Yohanes 14:1-6; Ringkasan Khotbah Ev. Jemmy Warokka; Minggu, 14 April 2019

Pernyataan Tuhan Yesus, “AKUlah jalan, dan kebenaran, dan hidup”memiliki latar belakang sebagai berikut:
Pertama, kasih. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa pernyataan siapa diri-Nya adalah untuk menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi umat manusia. Kedua, kekekalan. Penyataan-Nya ini juga menunjukkan adanya persoalan besar yang dihadapi oleh manusia dan tidak mungkin dapat diselesaikan oleh manusia yaitu persoalan hidup kekal.

Pernyataan Tuhan Yesus ini adalah sebuah respon dari pertanyaan Tomas pada ayat 5. Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke sini?” Dari pertanyaan Tomas ini, Tuhan Yesus memberitahu jalannya supaya tidak tersesat dan sampai tujuan yaitu Rumah Bapa (ayat 2-3). Namun yang menarik Tuhan Yesus tidak sedang menunjukkan dan memberitahu bagaimana jalannya, cara-cara untuk mencapai Rumah Bapa tetapi Dia mengatakan, “AKUlah jalan itu”. Dengan kata lain, kita tidak bisa mencapai Rumah Bapa dengan melewati jalan apapun dan cara apapun kecuali dengan/melalui Tuhan Yesus (ayat 3: “. . . Aku akan datang kembali membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di aman aku berada kamupun berada.” ).

Tuhan Yesus menegaskan lagi dengan mengatakan bahwa Akulah kebenaran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kebenaran itu adalah bersifat mutlak, pasti, tidak relatif, dan berlaku di semua kondisi. Karena itu di ayat 6, Tuhan menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Tuhan Yesus ingin menegaskan bahwa jalan-Nya adalah satu-satunya jalan kebenaran yang pasti benar. Tidak ada alternatif jalan lain dan tidak mungkin kita dapat mengusahakan jalan sendiri untuk mencapai tempat itu yaitu Rumah Bapa. Dengan kata lain hidup kekal hanya dapat diperoleh dengan kasih karunia dan anugerah-Nya, bukan dengan usaha kita.

Tuhan Yesus juga mengatakan, Akulah hidup. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan akhir dari jalan itu adalah kehidupan kekal. Dia adalah hidup yang berarti bahwa Dia adalah sumber kehidupan. Jadi untuk memperoleh hidup yang kekal hanya ada di dalam Dia. Jalan yang ditunjukkan adalah jalan kebenaran, jalan yang ditunjukkan adalah jalan kehidupan karena Dia adalah jalan, dan kebenaran, dan hidup.

Kita seringkali melupakan Dia, tidak setia kepada-Nya, atau cinta kita seringkali memudar tetapi Dia Tuhan yang akan membuat kita jatuh cinta lagi kepada-Nya. Momen memperingati dan merayakan Jumat Agung dan Paskah adalah sebuah momen untuk mengingat kasih karunia dan anugerah yang akan membuat kita jatuh cinta lagi kepada-Nya. AMIN!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here