conceptual image focus on candle light with man hand holding wooden cross on bible and blurred world globe in the dark room, christian symbol show Jesus is the light of the world

Kisah Para Rasul 18:24-28; Ringkasan Khotbah Ev. Bedjo Lie; Minggu, 24 November 2019

Siapa Apolos yang dicatat dalam perikop ini?

  • Walaupun tidak banyak catatan, ia adalah seorang Pengajar Injil yang cukup berpengaruh. Buktinya: ketika ada perselisihan di Gereja Korintus (dan mengakibatkan terjadinya 4 kubu jemaat, kubu: Paulus, Kefas (Petrus), Apolos dan Kristus), namanya disejajarkan dengan Paulus dan Kefas. Dari sini dapat disimpulkan bahwa ia cukup berpengaruh, minimal di jemaat Korintus (karena ada jemaat yang mendukungnya).
  • Ia adalah seorang Pengajar Injil yang disebut ‘sangat berguna’ bagi orang-orang percaya (ayat 27b).
  • Ia adalah seorang Yahudi yang berasal dari Alexandria atau Mesir (rupanya Injil sudah tersebar sampai ke Alexandria pada waktu itu), kemungkinan ia adalah seorang yang belajar filsafat dan retorika karena Alexandria dikenal sebagai ‘kota pelajar.’
  • Ia seorang yang fasih berbicara dan mahir dalam pengetahuan Kitab Suci, dan bersemangat berbicara tentang Yesus (iman Kristen).
  • Ia adalah seorang Pengajar yang ideal, bahkan ketika ia pindah ke Akhaya ada yang memandangnya lebih baik dari Paulus.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari seorang Apolos yang berpengaruh tersebut:

1. Seorang yang rendah hati dan mau terus belajar.
Di ayat 25 dicatat bahwa ia ‘hanya tahu baptisan Yohanes,’ ia tidak tahu perintah Yesus tentang baptisan. Ini menunjukkan bahwa ia ‘tidak tahu segala sesuatu.’ Lalu Tuhan mengirim Priskila dan Akwila untuk belajar Kitab Suci bersama. Priskila dan Akwila juga menolong Apolos memahami baptisan yang diajarkan oleh Yesus. Apolos cukup rendah hati dan mau belajar, walaupun ia telah memiliki pengetahuan yang dalam tentang Kitab Suci. Ini juga menjelaskan kepada kita bahwa gereja mula-mula dipenuhi oleh orang-orang yang belajar dan mengajar Kitab Suci. Jika pada gereja mula-mula tidak ada orang-orang yang ‘mau belajar dan mengajar’ maka ‘kabar baik’ dari Allah tidak akan terus berlangsung sampai masa kini! Aplikasi: ada banyak ‘ruang’ dan ‘ladang’ bagi semua orang percaya untuk terus belajar dan mengajar. Dimulai dari keluarga kita (misalnya: anak-anak kita), orang-orang yang kita temui dimanapun, anak-anak Sekolah Minggu kita, jemaat kita, dan lainnya. Kita perlu mempunyai hati untuk terus belajar Firman Tuhan, namun juga mau dikoreksi sebagaimana Apolos dikoreksi oleh Priskla dan Akwila.

2. Seorang Apologet yang menginjili.
Ayat 27-28 mencatat: di Akhaya, Apolos akhirnya menjadi seorang yang sangat menjadi berkat bagi orang-orang percaya. Ia melakukan pelayanan yang unik, sebab dengan tidak jemu ia membantah tuduhan orang-orang Yahudi akan pengajaran Yesus dan membuktikan bahwa Yesus adalah TUHAN di tempat umum. Ini adalah pelayanan Apologetika. Aplikasi: dalam menyampaikan ‘kabar baik’ dari Allah, pada masa kini kita juga membutuhkan pelayanan Apologetika untuk menjawab kritik-kritik dan tuduhan kepada iman Kristen, juga untuk menguatkan dan menumbuhkan iman orang percaya. Ada peran penting apologetika di dalam penginjilan dan pemuridan! Walau tidak semua orang dipanggil untuk menjadi apologet, namun kita perlu terus sungguh-sungguh belajar Firman Tuhan baik-baik. Mengerti APA dan MENGAPA tentang iman Kristen. Dalam penginjilan, apologetik berguna sebagai elemen dalam penginjilan. Dalam pemuridan, apologetika juga berguna sebagai elemen untuk menumbuhkan pemahaman dan menguatkan iman orang percaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here