Lukas 19 : 1-10, Ringkasan khotbah Pdt. Gindo Manogi

Ada beberapa kisah tentang orang tua yang berjuang mencari anak-anak mereka yang hilang, dan mereka rela mengorbankan harta, waktu, tenaga, dan masih banyak hal lainnya demi mendapatkan kembali anak-anak mereka. Mereka mengasihi anak-anak mereka yang terhilang karena mereka adalah anak-anak yang berharga.

Alkitab berisi catatan tentang Allah yang mencari orang-orang yang terhilang. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia adalah orang-orang yang terhilang dari Allah. Mereka tidak lagi memiliki hubungan dengan Allah. Perikop yang kita baca merupakan salah satu cerita tentang Allah mencari yang terhilang. “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

MAKNA KATA “HILANG”
Dalam bahasa aslinya, kata hilang mempunyai makna: keadaan yang rusak, hancur dan binasa. Dengan kata lain, ini merupakan sebuah keadaan yang sangat menyedihkan yang dialami oleh orang-orang yang berada di dalam kategori hilang. Sebagaimana yang kita ketahui dari Alkitab bahwa ketika seseorang terputus hubungannya dari Allah, maka kehancuran dan kebinasaan akan menjadi bagiannya.

Karena itu, ketika kita bisa memahami makna hilang, maka kita bisa memahami arti kata “mencari dan menyelamatkan” di sini. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Allah begitu mengasihi manusia yang berdosa (=hilang) dan Allah mengutus Yesus untuk mencari dan menyelamatkan mereka.

MANUSIA BERDOSA: PRIBADI YANG TERHILANG
Alkitab secara jelas menyatakan bahwa semua orang adalah orang berdosa; dan semua orang adalah orang yang terhilang. Zakheus adalah salah satunya.

Disebutkan bahwa Zakheus adalah adalah kepala pemungut cukai. Posisi ini menyebabkan dirinya menjadi kaya. Mengapa? Karena ia mendapatkan setoran yang sangat banyak dari pemungut cukai yang ada di bawahnya. Orang seperti ini adalah orang yang tidak memikirkan tentang hal-hal rohani. Mereka sangat fokus pada hal-hal dunia: uang, kedudukan, jabatan.

Tapi, meskipun dosa memiliki kekuatan yang besar terhadap manusia, anugerah Allah melampaui kebebalan hati manusia. Allah tetap bersuara kepada mereka dan memanggilnya. Zakheus menyadari bahwa dia merasakan adanya kekosongan yang besar di dalam jiwanya. Karena itu, ketika Tuhan Yesus menghampiri dirinya dan mau tinggal di rumahnya, maka dia merasakan ada sesuatu yang berbeda, yakni sentuhan kasih Allah.

MISI PENYELAMATAN ALLAH MELALUI KAYU SALIB
Lukas 19:10 merupakan salah satu ayat penting dalam memahami misi Kristus di dalam Injil Lukas. Konteks perikop ini adalah beberapa hari menjelang penyaliban Tuhan Yesus (Luk. 18:31 dan 19:28), dan ini hendak menegaskan lagi bagi para murid tentang misi-Nya: “mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Di kayu salib itu, Tuhan Yesus mengucapkan kata-kata yang sangat indah tentang misi-Nya: (1) Lukas 23:34, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” dan (2) Lukas 23:43, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Kata-kata ini diucapkan untuk menyatakan pengampunan dan penyelamatan Allah bagi manusia.

Sama seperti dalam kisah para orang tua yang rela mengorbankan hal-hal yang sangat berharga di dalam hidupnya untuk mencari dan menyelamatkan anak-anak mereka, harga yang sangat mahal pun dikorbankan Sang Bapa di surga untuk mencari dan menyelamatkan manusia yang berdosa. Bagi Allah, manusia yang terhilang adalah pribadi-pribadi yang berharga di hati-Nya. Dia begitu mengasihi engkau dan saya.

Mari kita belajar dari Tuhan Yesus: untuk rela mengorbankan sesuatu yang berharga dalam hidup kita demi mencari dan menyelamatkan satu jiwa yang terhilang. Kiranya Tuhan menolong kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here