2 Samuel 7:18-29 ; Ringkasan Khotbah Ev. Esther G. Sulstio ; Minggu, 10 Februari 2019

Dari semua simbol di seputar Imlek, sebenarnya pesan yang tersirat di dalamnya hanya satu: mengharapkan BERKAT (FU) bagi keluarga, supaya rezeki mengalir, sehat dan rukun selalu dalam keluarga. Tentu saja tidak semua simbol-simbol dan tradisi Imlek boleh kita lakukan sebagai orang Kristen, selama itu tidak bertentangan dengan Alkitab kita boleh melakukannya, karena tidak baik juga jika kita mengabaikan semua akar budaya dimana kita berasal.

Salah satu tradisi Imlek yang baik untuk tetap dilakukan oleh orang Kristen adalah makan malam keluarga di malam Imlek. Tradisi mudik di China konon merupakan tradisi pulang kampung terbesar di dunia. Tradisi ini seperti “wajib” dilakukan guna berkumpul dengan sanak keluarga (mirip dengan tradisi Lebaran). Satu hal yang mereka tunggu adalah makan malam keluarga di malam Imlek. Tradisi makan malam keluarga ini sangat baik, mengakrabkan dan juga mempraktekkan hal yang baik yakni penghormatan terhadap orangtua atau orang yang dituakan. Biasanya, orangtua inilah yang akan memimpin perjamuan makan malam Imlek seraya mengucapkan kata-kata berkat bagi keturunannya.

Perikop ini adalah sebuah doa yang dinaikan oleh seorang suami, seorang ayah/seorang imam dalam keluarga yaitu Daud. Perikop sebelumnya menjelaskan keinginan Daud membangun Bait Allah, tempat yang megah bagi Tabut Perjanjian. Daud merasa telah mempunyai istana yang bagus tetapi ia gelisah melihat tabut perjanjian hanya berdiam di dalam kemah. Namun Tuhan berkehendak lain, Ia tidak mengijinkan Daud yang membangunnya, namun keturunannya (Salomo). Mengapa? karena tangan Daud yang dikatakan berlumuran darah (1Tawarikh 22: 8, yang bisa diartikan, masih harus berperang).

Ketika ia tahu doanya tidak dikabulkan Tuhan (melalui perantaraan Nabi Nathan), Daud tidak marah atau tersinggung, ia malah menaikkan doa yang begitu indah, termasuk di dalamnya doa bagi keluarganya. Perhatikan doa Daud (doa seorang ayah) yang indah ini:

1. Daud merasa tidak layak di hadapan Tuhan (ayat 18)
Pada bagian ini Daud menekankan ketidaklayakannya untuk datang kepada Tuhan yang sudah terlalu banyak memberkati keluarganya. Penekanan pengucapan syukur Daud bukan kepada materi, tapi lebih kepada ikatan perjanjian yang dilakukan Allah kepada dia dan keturunannya. Daud merasa tidak layak karena ia tahu ia orang berdosa. Daud sadar bahwa ia adalah kepala keluarga yang tidak sempurna. Tahun baru adalah waktu yang baik bagi kita untuk berefleksi, jika kita adalah: suami, istri, anak-anak, mertua, menantu yang tidak baik di tahun yang lalu, di tahun yang baru ini kita mau lebih bersandar kepada Tuhan dan mau berubah untuk memerankan peran kita dalam keluarga dengan lebih baik.

2. Daud mengakui Tuhan sbg Allah yg berdaulat atas manusia (ayat 19-24)
Daud sadar bahwa Tuhan adalah Penguasa sejarah manusia, yang merancang masa depan manusia dan rancangan-Nya itu sempurna, termasuk atas bangsa Israel. Pengakuan bahwa Tuhan adalah Allah yang berdaulat akan membawa kita kepada pengakuan bahwa Tuhanlah yang akan memimpin dan memelihara hidup kita! Keberuntungan kita bukan berasal dari simbol-simbol Imlek (lampion, warna merah, kue keranjang, angpao, ikan, petasan, barongsai, hujan di malam imlek, dan lain-lain).

Perhatikan perkataan Yesus: “Carilah dahulu Kerajaan dan kebenaran-Nya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Mat 6:33-34). “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Mat 16:26)

Konsep BERKAT bagi para murid Kristus itu harus berbeda! Kita semua butuh materi, semua itu perlu dicari dan diusahakan. Namun kita tidak boleh menjadikan itu prioritas dalam hidup dan melupakan prioritas yang utama yakni menjadi murid Kristus.

3. Daud memohon ’BERKAT TUHAN’ atas keluarganya (ayat 25-29)
Doa ini adalah respon Daud memohon Tuhan mengabulkan janji-Nya yakni memohon berkat bagi keturunannya. Apa inti doa Daud kepada Tuhan? Supaya keluarganya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya (ayat 29).

BERKAT tidak datang dan tidak ditentukan oleh lampion, warna merah, kue keranjang, angpao, ikan, petasan, barongsai, hujan di malam imlek, huruf FU, sesajen, keris, susuk, pelaris dan lain lain. Berkat Tuhan diawali dengan hati yang takut akan Tuhan! Hal paling utama, warisan paling berharga, doa yang paling diperkenan Tuhan yang harus sang ayah atau orangtua wariskan kepada keturunan kita adalah: mengenal Kristus, memperkenan hati-Nya! Xien nien Kuai Le, Shang Di Cu Fu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here