Matius 28:16-20; Ringkasan Khotbah Pdt. Yakub Tri Handoko; Minggu, 15 September 2019

Teks hari ini merupakan salah satu teks paling penting dalam dunia misi. Apa yang dipe- rintahkan di ayat 19-20 dikenal dengan nama Amanat Agung (Great Commission). Sayangnya, perintah ini seringkali dilupakan oleh orang-orang percaya. Ini adalah sebuah kehilangan besar (great ommission).

Alasan Amanat Agung
Pengabaian Amanat Agung bukan sekadar sebuah kehilangan yang besar tetapi juga keti- daktaatan yang fatal. Kata sambung “karena itu” di awal ayat 19 menunjukkan bahwa perintah ini didasarkan pada ayat 18: Yesus Kristus memiliki segala kuasa (lit. “otoritas”) yang ada di sorga dan di bumi. Sang Pemberi perintah adalah Penguasa atas segala sesuatu.

Ucapan di ayat 18 merupakan penggenapan dari nubuat di Daniel 7:13-14. Anak Manusia akan diberikan segala kuasa dan otoritas atas segala bangsa dan suku bangsa. Kerajaan Anak Manusia akan bersifat kekal. Poin-poin ini juga muncul di Matius 28:18-20. Yesus Kristus diberikan otoritas. Semua orang dari segala bangsa harus dimuridkan. Kristus juga memberikan janji penyertaan sampai akhir zaman.

Dengan melakukan Amanat Agung kita dilibatkan dalam proyek realisasi nubuat di kitab Daniel. Proses penggenapan nubuat ini sudah dimulai oleh Yesus Kristus melalui penebusan yang sempurna. Sekarang tiba saatnya bagi kita untuk memuridkan semua bangsa sehingga semua orang mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu.

Inti Amanat Agung
Amanat Agung terdiri dari 4 (empat) kata kerja: pergi, jadikan murid, baptis, dan ajar. Banyak orang secara keliru telah memahami empat kata kerja ini secara linear: pergi untuk memberitakan Injil, lalu menjadikan orang itu murid, lalu membaptis, dan terakhir mengajarkan segala perintah Tuhan Yesus. Kekeliruan ini bertabrakan dengan logika dan tata bahasa. Secara logis seseorang tidak mungkin menjadi murid tanpa terlebih dahulu belajar. Secara tata bahasa, empat kata kerja ini ternyata tidak sejajar. Ada yang menjadi kata kerja utama, sedangkan tang lain sebagai tambahan atau penjelasan.

Kata kerja utama di ayat 19-20 adalah “memuridkan”. Yang lain hanyalah penjelasan bagaimana proses pemuridan itu dilakukan: pergi, membaptis dan mengajar. Tujuan akhirnya adalah terbentuknya murid-murid Kristus.

Terjemahan LAI:TB menerjemahkan bagian utama ini dengan “jadikanlah semua bangsa murid-Ku”. Dalam teks Yunani, tidak ada kata ganti “Ku”. Hampir semua versi Inggris memberi terjemahan: “muridkan segala bangsa”.

Murid siapakah mereka? Murid kita! Kitalah yang diperintahkan untuk mengajarkan segala sesuatu yang Yesus Kristus telah ajarkan (ayat 19 “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”). Kita yang mengajar. Mereka murid kita. Hal ini konsisten dengan bagian Alkitab yang lain. Sebagai contoh, Paulus berkata: “Jadilah pengikutku sama seperti aku telah menjadi pengikut Kristus” (1Kor. 11:1).

Maukah kita menaati perintah Sang Pemilik Segala Otoritas? Siapkah kita menjadi murid Kristus yang memuridkan orang lain? Soli Deo Gloria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here