Filipi 2:1-11; Ringkasan Khotbah Pdt. Djusianto; Minggu, 22 Desember 2019

Jemaat Filipi sedang mengalami persoalan yang cukup pelik, dari ayat 1-4, ada gesekan yang cukup serius, ada banyak orang yang terluka, ada yang ingin memisahkan diri dari persekutuan Roh, ada pertengkaran yang semakin menajam, sehingga kehidupan berjemaat menjadi tidak punya arah, tujuan,  sehati, dan tidak sejiwa. Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena banyak orang atau pemimpin jemaat mencari kepentingan sendiri, mereka suka untuk dipuji-puji dan mereka menganggap bahwa mereka lebih penting dari orang lain.

Rasul Paulus menasihatkan mereka untuk berani introspeksi diri, apakah mereka sudah menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus? Apa yang dilakukan Kristus Yesus? Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan. Yesus juga mengajarkan berani mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba. Yesus juga merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib.

Yesus Kristus menjalani ketaatanNya, demi manusia yang berdosa, supaya manusia mendapatkan keselamatan melaluiNya. Yesus rela menjalani ketaatannya kepada rencana kehendak BapaNya. Yesus Kristus mau taat menjalani kehendak Bapa, sampai kematianNya. Pergumulan terbesar ketika Yesus bergumul di taman Getsemani. Yesus tahu bahwa cawan pahit harus segera diminumNya, Ia berdoa:” jikalau mungkin cawan ini lalu dari padaKu, naman bukan karena kehendakKu melainkan kehendakMu yang jadi”.

Yesus telah menunjukkan keteladanannya di dalam ketaatanNya, bagaimana dengan kita? Siapkah kita taat sampai akhir hidup kita? Ketaatan harus teruji dengan waktu yang ada, bukan 1 atau 2 tahun tapi seumur hidup kita.

Ketaatan kepada Tuhan akan membawa kita semakin dekat dengan Tuhan, cara menguji kita taat dengan Tuhan, apakah saya semakin memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan? Kalau jawabannya ya, berarti kita hidup dalam ketaatan, puji Tuhan. Kalau belum, berarti kita harus menambahkan waktu dan pemikiran kita untuk dekat dengan Tuhan.

Ketaatan kepada Tuhan, membawa kita mengerti kehendak Tuhan dalam hidup ini. Cobalah periksa apakah kita sering melakukan kehendak Tuhan ataukah kehendak kita sendiri. Pernahkah kita bergumul sungguh-sungguh untuk sesuatu yang akan kita kerjakan di depan, misalnya merencanakan masa depan, keluarga, pekerjaan, pergaulan, kuliah dll.

Biarlah ketaatan Tuhan Yesus yang mengagumkan itu boleh benar-benar menjadikan kita semakin taat dengan Tuhan dan hidup dalam rencanaNya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here