Ev. Tan Kian Guan – Minggu, 08 April 2018

2 Korintus 8:1-5

2 Korintus 8:1-5 merupakan kelanjutan dari apa yang tertulis di dalam 1 Korintus 16:1-3, di mana Paulus mengajak jemaat Korintus yang kaya dalam segala sesuatu untuk turut mengambil bagian mengumpulkan bantuan, berupa uang atau barang bagi gereja/jemaat di Yerusalem. Apa yang terjadi dengan jemaat yang ada di Yerusalem? Kelihatannya mere-ka menghadapi masa kelaparan yang luar biasa (Kis. 11:27-30). Bukan hanya itu, jemaat di Yerusalem juga mengalami penganiayaan karena iman mereka kepada Yesus Kristus.

Selama jemaat Korintus mengumpulkan persembahan rutin itu, Paulus mengunjungi je-maat Makedonia. Kondisi Jemaat Makedonia sebenarnya tidak jauh beda dengan jemaat Yerusalem. Pada ayat 2 dikatakan mereka mengalami banyak penderitaan dan kemiskinan. Tidak diceritakan apa bentuk penderitaan mereka. Kata yang dipakai ada dua yaitu dokime (ujian) dan thlipsis (penderitaan). Kata thlipsis muncul 9 kali di 2 Korintus dan semua me- rujuk kepada penganiayaan/kekerasan yang dilakukan dunia kepada orang Kristen. Mung-kin kira-kira seperti apa yang Paulus katakan dalam 7:5, “Bahkan ketika kami tiba di Make-donia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan.” Bukan hanya itu, jemaat Makedonia mengalami kemiskinan yang luar biasa. Tidak dicatat kenapa bisa miskin seperti itu, tetapi sangat mungkin karena penganiayaan yang mereka terima. Jadi, kalau saya mau simpulkan, bisa jadi jemaat Makedonia lebih susah hidupnya daripada jemaat Yerusalem karena bahasa yang dipakai sangat ekstrim. Tetapi luar biasa sekali, di tengah keadaan yang paling sulit, mereka mau berbagi. Apa yang membuat mereka sampai demikian radikal dalam hal berbagi?

1. Identitas : Murid yang Sejati
Memberi atau berbagi adalah salah satu ciri murid-murid Kristus pada gereja abad mula-mula (baca Kis. 2:45 dan 4:34-35). Masalahnya adalah gereja masa kini ketika berbicara
tentang pemberian/berbagi, berbeda dengan yang dipahami gereja abad mula-mula. Gere-
ja masa kini pada waktu berbicara tentang pemberian/berbagi yang lebih difokuskan ada-lah kepada menghasilkan kebiasaan memberi (generous habits). Tetapi bukan itu yang terjadi di dalam gereja abad mula-mula. Betul, mereka juga mempraktikkan kebiasan berbagi, tetapi kebiasaan berbagi itu didasari atas identitas mereka sebagai murid-murid Kristus (generous disciples). Murid-murid berbagi karena didasari oleh identitasnya sebagai murid Kristus.

2. Loyalitas : Komitmen Tanpa Pamrih
Paulus bersaksi bahwa mereka memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melam- paui kemampuan mereka. Tidak diceritakan berapa jumlah yang diberikan kepada Paulus. Tetapi mereka memberi dengan kerelaan sendiri berarti tanpa ada paksaan. Meminta di sini juga dipakai kata yang kuat yaitu seperti orang yang mengemis. Mendesak juga memakai kata yang kuat yaitu ada sebuah panggilan khusus dari Allah yang ada di dalam diri yang tidak bisa diredam. Jemaat Makedonia tuntas menjadi murid Kristus. Persembahan yang mereka berikan adalah tanda yang kelihatan dari kasih karunia yang tidak kelihatan. Banyak orang Kristen berkata bahwa mereka sudah mengalami kasih karunia Allah, murid Tuhan, tetapi apa buktinya?

Kesaksian jemaat Makedonia adalah untuk menampar muka jemaat Korintus dan kita se-mua yang memiliki, tetapi tidak mau memberi/berbagi. Kesaksian jemaat Makedonia adalah untuk menampar wajah kita yang telah menerima kasih karunia yang berlimpah, namun menyimpan semuanya sendiri. Kesaksian jemaat Makedonia adalah untuk menampar muka kita yang mengaku-ngaku murid Kristus, tetapi tidak peduli dengan sesama kita yang kekurangan. Kesaksian jemaat Makedonia adalah untuk menampar wajah kita yang kuatir ketika memberi kita menjadi kekurangan, padahal memiliki Allah yang memelihara. Mari hidup sebagai murid Kristus yang mengikuti Tuhan kita yang penuh belas kasihan dan bahkan membagi hidup-Nya bagi kita semua.

SHARE
Previous articleWarta, 08 April 2018
Next articleWarta, 15 April 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here