Lukas 2:8-21; Ringkasan Khotbah Ev. Magdalena Pranata; Minggu, 09 Desember 2018

Kelompok yang pertama kali mendengar berita tentang lahirnya Yesus adalah para gembala. Kita meyakini bahwa berita kelahiran ini bukan hanya untuk para gembala waktu itu saja, tapi juga untuk kita juga pada masa kini. Jika demikian, apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini?

  • Gembala – domba menggambarkan relasi atau hubungan.

    Ketika kita berpikir tentang kata “gembala”, maka kita langsung teringat dengan domba. Lalu apa yang kita ingat tentang “domba”? Menurut Alkitab, domba itu menunjuk pada kita, manusia. Kita adalah domba yang sesat, domba yang hilang. Jadi baik gembala dan domba adalah gambaran dari diri kita.

Berbicara tentang gembala dan domba adalah berbicara tentang suatu relasi/hubungan yang sangat dekat. Dimulai dari memberi makan, minum, mengobati waktu sakit, mencari ketika tersesat, berada dalam bahaya, dan gembala mengenal betul domba-dombanya. Semua ini menggambarkan betapa relasi antara gembala dan domba itu sangat erat dan dekat.

Kedekatan antara gembala dan domba sangat cocok untuk zaman sekarang. Di tengah-tengah kemajuan zaman dan tekhnologi yang canggih banyak alat yang diciptakan dengan tujuan untuk mendekatkan hubungan. Tetapi terkadang yang terjadi adalah justru yang sebaliknya. Di tengah kemajuan zaman dan tekhnologi ini relasi antar manusia justru semakin buruk dan banyak ancamannya. Periksalah bagaimana hubungan antara suami dengan istri, orang tua dengan anak, anak dengan saudaranya, apakah hubungannya benar-benar sangat dekat? Dunia dengan segala kesibukan, tantangan dan tawarannya telah membuat hubungan keluarga yang ada di satu rumah menjadi hancur berantakan. Tidak terkecuali juga keluarga kristen.

Berita natal yang pertama kali diterima oleh para gembala ingin memberi gambaran kedekatan antara gemba dengan dombanya. Yesus adalah Sang Gembala Agung kita dan kita adalah domba-domba-Nya. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa maka saat itulah relasi antara manusia dengan Allah menjadi rusak. Yesus lahir ke dunia ini untuk memulihkan relasi yang rusak itu. Ketika kita mau menerima pengampunan dosa oleh darah-Nya, percaya akan karya penebusan di kayu salib yang dilakukan oleh Yesus Kristus dan sungguh-sungguh percaya kepada-Nya maka saat itulah kita akan diselamatkan dan diangkat menjadi anak-Nya. Dengan demikian, relasi antara kita dengan Allah dipulihkan menjadi erat dan dekat, termasuk gambar diri kita juga dipulihkan oleh Allah. Kita tidak perlu lagi mencari gambar diri seturut dengan standard dunia ini karena gambar diri kita adalah Yesus Kristus sendiri. Kita diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Kristus. Kita harus berusaha untuk semakin hari menjadi smakin serupa Kristus, bukan serupa dunia ini.

Dengan kata lain, kabar baik Natal ingin menekankan kedekatan relasi antara gembala dengan dombanya. Ini menjelaskan tentang pemulihan hubungan yang dikerjakan oleh Allah melalui Yesus Kristus sehingga baik hubungan antara manusia dengan Allah maupun manusia dengan sesamanya menjadi pulih dan dekat kembali.

  • Gembala menggambarkan seorang Pemimpin.

    Seringkali kita memandang gembala hanya sebagai orang rendahan. Namun sebenarnya gembala itu adalah pemimpin. Sebagai pemimpin, gembala bertugas untuk memimpin domba-dombanya. Alkitab memberi contoh bahwa Musa dan Daud sebelum dipakai oleh Allah untuk menjadi pemimpin besar maka Allah terlebih dahulu memproses mereka melalui menjadi gembala. “Ilmu” memimpin sebagai gembala itulah yang pada akhirnya memampukan mereka untuk memimpin bangsa Israel. Allah sendiri menyatakan diri sebagai Gembala yang akan menggembalakan umat-Nya, yaitu Israel (Yesaya 40:11). Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik (Yohanes 10). Gembala menggambarkan pemimpin.

Para ayah dan suami adalah pemimpin. Berita Natal mendorong para ayah dan suami untuk melakukan perannya di keluarga sebagai gembala/pemimpin. Namun, terkadang keluarga membiarkan dirinya untuk dipimpin oleh yang lain, contohnya gadget. Bahkan di manapun kita berada dan di pekerjaan apapun yang kita lakukan kita dipanggil untuk menjadi pemimpin. Menjadi pemimpin bukan untuk memperoleh uang tetapi memimpin demi menolong orang lain untuk memperoleh kehidupan atau berada di jalan yang benar.

  • Gembala dan Efrata

    Yesus lahir di Betlehem Efrata (Mikha 5:1). Apa yang dapat dipelajari dari Efrata? Banyak ahli PL berpendapat bahwa tempat bertemunya Boas dang Rut diduga adalah area yang sekarang disebut sebagai Efrata. Di tempat yang sama itulah kabar baik digenapkan dan diberitakan. Hal ini pastilah bukan suatu kebetulan. Ketika Tuhan berfirman dan berkehendak dalam hidup kita maka Tuhan itu selalu membawanya di dalam rencana-Nya yang kekal bahkan sebelum kita dilahirkan (Mazmur 139).

Tempat di mana Yesus dilahirkan itu adalah sebuah tempat di mana domba-domba dipelihara dan diawasi secara khusus oleh para gembala yang khusus pula. Domba-domba itu dipersiapkan sedemikian rupa, dan domba-domba itu akan dijadikan persembahan korban bakaran pada hari raya korban. Sungguh luar biasa karena pada hari itu dan di tempat itulah korban yang sejati, yaitu bayi Yesus dibaringkan di palungan, di mana nantinya Yesus juga akan dikorbankan bagi keselamatan umat manusia. Itu semua sudah ada di dalam rencana Allah dan kedaulatan Allah. Allah sudah menggenapkannya.

Tuhan menggenapkan rencana-Nya dengan sempurna di hidup kita. karena tidak ada sesuatu yang terjadi dalam hidup kita jikalau bukan karena seizin Tuhan. Tuhan mempunyai maksud yang indah dan sempurna bagi hidup kita. Ini adalah kabar baik bagi kita.

Jangan kita merayakan Natal apabila kita tidak menerima Kabar Baik seperti para gembala sudah menerimanya. Kabar baik bahwa Tuhan sudah mengampuni, menebus dan menyelamatkan hidup kita. Kabar baik bahwa Tuhan memulihkan hubungan yang rusak antara kita manusia berdosa dengan diri-Nya sehingga relasi kita dengan Tuhan menjadi dekat kembali. Kabar baik bahwa Tuhan memproses dan mempersiapkan kita untuk memimpin/menolong orang lain menuju kepada hidup yang lebih baik. Kabar baik bahwa Tuhan mempunyai rencana yang indah atas setiap kita dan Dia akan menggenapkan-Nya sesuai dengan cara-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here