Pdt. Gindo Manogi – Minggu, 03 Desember 2017
Yesaya 8:23 9:6

Kegelapan, kesuraman dan kekelaman merupakan gambaran yang dipaparkan oleh Yesaya dalam perikop ini. Hal ini menjelaskan tentang keadaan bangsa Israel yang sedang berada dalam keadaan melarat, kelaparan, kebobrokan moral, dan kehancuran rohani.

Mereka menyembah kepada ilah-ilah lain, dan mendirikan kuil-kuil penyembahan. Sikap dan perilaku mereka menyebabkan mereka akan dihukum oleh Allah dan akan dijajah oleh bangsa asing. Di tengah-tengah kegelapan dan kesuraman yang terjadi, janji bahwa kegelapan disingkirkan pun muncul. Perikop ini merupakan nubuatan dan janji tersebut.

Perikop ini juga merupakan salah satu nubuatan dari sekian banyak nubuatan di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama tentang kedatangan Yesus . Nubuat merupakan pewahyuan Allah tentang peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Dengan kata lain, berita Natal, sudah dapat kita baca dari Perjanjian Lama. Meskipun di PL Tuhan Yesus belum datang/lahir ke dalam dunia, tapi berita -berita tentang kedatangan-Nya sudah diceritakan. Dengan demikian, orang-orang yang membaca PL bisa melihat secara jelas kesinambungan berita Alkitab dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.

Dalam ayat 5, digunakan kata telah, padahal peristiwanya belum terjadi. Apakah ada sebuah kesalahan penulisan? Tentu tidak. Inilah keunikan nubuat. Meskipun belum terjadi, tapi ditegaskan bahwa hal itu telah terjadi. Ini menegaskan tentang hal itu pasti terjadi. Tidak akan ada yang dapat menghalanginya.

Ketika nubuat ini digenapi oleh Tuhan Yesus, maka kita me- nemukan keserupaan konteks, yakni bangsa Israel pun berada di bawah penjajahan bangsa Romawi. Ini pun berarti ada perbudakan secara rohani yang dialami oleh manusia, yakni akibat dosa. Dosa telah mencengkeram manusia begitu rupa, sehingga hidup manusia dipenuhi dengan dosa.

Tetapi, Allah berkasih karunia. Dia memberikan jalan keluar bagi manusia. Bukan dengan cara dan jalan manusia, tapi dengan cara dan jalan Allah sendiri. Kata “diberikan” di ayat 5 menegaskan bahwa Anak itu bukan berasal dari dunia ini (ditegaskan lagi dengan gelar-gelar yang disebutkan, bukanlah untuk manusia, tapi Pribadi ilahi), tapi diutus ke dalam dunia.

Nama Yesaya berarti Tuhan yang menyelamatkan; nama Yesus berarti Keselamatan. Jadi, kedua nama ini hendak menyampaikan bahwa keselamatan berasal dari Allah sumbernya dan dikerjakan sendiri oleh Allah.

Tuhan secara jelas menyatakan bahwa tidak selamanya kegelapan akan menguasai daerah tersebut. Artinya: kegelapan akan disingkirkan oleh Allah. Pasti disingkirkan. Kesuraman diganti dengan sukacita. Kedukaan diganti dengan berpengharapan. Terang surgawi akan datang. Hal itu tergenapi dengan peristiwa kelahiran Tuhan Yesus di malam yang gelap. Di tengah- tengah kegelapan dosa dan ketidakberdayaan manusia, sang Terang Abadi datang ke dalam dunia. Di tengah-tengah gelapnya malam, orang Majus dituntun dari Timur untuk berjumpa dengan sang Terang Abadi.

Allah sudah menjanjikan-Nya, dan Ia menggenapinya di dalam diri Yesus Kristus. Manusia tidak berdaya untuk lepas dari cengkeraman dosa, namun Allah yang memberikan jalan ke- luarnya. Karena itu, marilah kita menyambut natal dengan sebuah sikap hati yang bersyukur dan menyembah Dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here