Pdt. Martin Tjen ~ Minggu, 31 Desember 2017
Mazmur 23:1-6; Filipi 4:19

Saya percaya bahwa kita semua pernah mengalami keajaiban pemeliharaan Tuhan selama tahun 2017. Atau, apakah beratnya pergumulan kita membuat kita mulai meragukan pemeliharaan Tuhan.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita perlu mengerti dengan benar Pemeliharaan Allah. Mengapa? Sebab “ketidaktahuan tentang pemeliharaan Allah adalah asal mula semua kesengsaraan; dan berkat yang terbesar terletak dalam pengenalan tentang pemeliharaan Allah (Calvin).”

Kata ‘pemeliharaan’ berasal dari bahasa Latin providentia atau provide (Inggris), yang berarti menyediakan, melengkapi, melindungi, memelihara. Jadi, providensia Allah adalah tindakan Allah yang berkesinambungan dalam menyediakan, melengkapi, melindungi, memelihara kebutuhan makhluk hidup ciptaan-Nya serta keteraturan hukum alam dan segala tatanan demi menggenapi rencana-Nya.

Ada dua hal yang penting tentang “Keajaiban Pemeliharaan Allah” yang perlu dipahami dengan baik :

1. Keajaiban Pemeliharaan Allah itu dari kekekalan sampai kekekalan. (Mzm. 23:1-6)

Penulis Mazmur ingin mengajak pembacanya untuk memuji dan membesarkan nama Tuhan karena kasih dan pemeliharaan-Nya yang begitu besar kepada umat pililhan-Nya. Mazmur ini melukiskan tentang Sang Gembala yang menjamin kehidupan, menyegarkan, memimpin mereka berjalan, serta memberi jaminan keamanan bagi keselamatan mereka. Apa yang diberikan Gembala kepada domba-dombanya :

a. Kecukupan (1b) : “takkan kekurangan aku” bukan sekedar kita tidak kekurangan sesuatu, tetapi kita tidak menginginkan apapun; bukan hanya berbicara tentang pemenuhan segala sesuatu yang bersifat materi tetapi lebih kepada rasa cukup. Kecukupan bukan berarti memiliki segala-galanya dari Tuhan; tetapi lebih kepada “keutuhan” hidup di dalam Tuhan.

b. Kesegaran (2-3a): “rumput hijau” tidak hanya sekedar membuat domba kenyang, tetapi ada waktu istirahat untuk menyegarkan tubuh (melepas lelah). “Air yang tenang.” (2b) : ada mata air yang cukup bagi domba-domba untuk minum dan juga untuk menyegarkan. Domba dapat kesegaran dan kegembiraan. “Ia menyegarkan jiwaku”: Sang gembala tidak hanya mencukupi kebutuhan fisik tetapi sekaligus memuaskan kebutuhan jiwa mereka.

c. Pimpinan (3b-5) : “jalan yang benar” dikontraskan dengan jalan yang sesat dan berliku -liku. Tuhan menuntun ke jalan yang benar (termasuk dalam lembah kekelaman); bukan sesuai dengan keinginan kita, tetapi sesuai dengan kehendak-Nya, “oleh karena nama-Nya.” (3c) Karena Allah Maha Tahu, Ia berikan jaminan yang pasti, tentu Allah tidak akan menuntun ke jalan yang membinasa-kan kita. Sekalipun ada hal-hal yang mengancam nyawa domba-domba, maka Sang Gembala selalu siap melindungi domba-dombanya dari serangan binatang buas, musibah, kecelakaan dan mara bahaya.

d. Masa depan (6): “seumur hidupku” dan “sepanjang masa” bahwa kebajikan dan kemurahan akan mengiringi pemazmur. Itulah kesetiaan pemeliharaan Allah bagi orang-orang yang dikasihi-Nya. Di ayat 6, ada kata “sesungguhnya” (dalam LAI tidak diterjemahkan), dalam bahasa Inggris surely mengindikasikan keyakinan, tidak sekedar bahwa pemazmur berharap tetapi pemazmur memiliki pengharapan itu. Karena itu pemazmur sangat yakin bahwa kebajikan dan kemurahan akan mengikutinya. Kata “mengikuti” (Ibr. radap) mengindikasikan pemazmur tidak perlu berlelah-lelah mencari kebaikan, karena kebaikan itu terus mengikuti pemazmur. Pemazmur tidak perlu mencari-cari berkat Tuhan; karena ia telah memiliki Tuhan, sang Sumber Berkat.

2. Keajaiban Pemeliharaan allah butuh hati yang percaya dan taat pada kehendak dan rancangan-nya. (Fil.4:19)

“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Firman-Nya bukan sekedar janji tapi bukti nyata bahwa Tuhan akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan- Nya. Paulus menekankan bahwa inilah pemeliharaan yang penuh kasih dari Allah Bapa terhadap anak-anak-Nya. Allah pasti akan memenuhi segala keperluan kita (jasmani dan rohani). Ketika kita berdoa dan memohon kepada Allah maka Ia akan memenuhinya “dalam Kristus Yesus.” Karena itu, hanya dalam persatuan dengan Kristus dan dalam persekutuan-Nya, kita dapat mengalami pemeliharaan Allah.

Dalam Firman-Nya Allah memberi pengharapan kepada setiap anak-anak-Nya tentang pemeliharaan -Nya. Jika kita memperhatikan dengan lebih detail, pemeliharaan Tuhan sungguh luas dan dalam. Dari kitab Kejadian-Wahyu, ada begitu banyak gambaran/ungkapan pemeliharaan Tuhan: (1) Mengasihi; (2) Melindungi; (3). Memelihara; (4) Membimbing; (5) Menentramkan; (6) Memberkati; (7) Menjaga; (8) Mengelilingi; (9) Mengawasi; (10) Menuntun; (11) Menyertai;(12) Menguatkan; (13) Meneguhkan; (14) Menolong; (15) Mencukupi; (16) Menggembalakan; (17) Menebus; (18) Membentuk; (19) Menanggung; (20) Menggendong; (21) Memikul; (22) Menyediakan (23) Memulihkan; (24) Mengenyangkan; (25) Mencurahkan; (26) Mengumpulkan; (27) Melimpahkan; (28) Mengorbankan; (29) Meneduhkan; (30) Memagari; (31) Menaungi; (32) Menyembuhkan; (33) Memuaskan; (34) Melingkupi; (35) Membangkitkan; (36) Menyegarkan; (37) Membaringkan; (38) Menyelamatkan; dan seterusnya . . . .

Saudara, Allah akan memenuhi keperluan kita menurut “kekayaan dan kemuliaan-Nya.” Kedua hal ini merupakan hal yang terbaik dari sekian banyak yang Allah miliki. (1) Menurut kekayaan-Nya, yakni berdasarkan ukuran besarnya kekayaan Allah yang Ia miliki. (2) Menurut kemuliaan-Nya, dan ini erat kaitan dengan “eskatologi “ yakni tentang zaman yang akan datang yang penuh kemuliaan.” Keduanya telah dinyatakan di dalam Kristus Yesus. Ingatlah: jangankan kekayaan dan kemuliaan-Nya, bahkan Diri-Nya sendiripun Ia korbankan,supaya kita mendapat kasih-karunia di bumi dan anugerah hidup kekal di surga. Itulah bukti nyata keajaiban pemeliharaan Tuhan atas setiap kita.

Sebagai anak-anak Tuhan, dalam segala keadaan mari kita tetap mengimani bahwa ada keajaiban demi keajaiban pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita. Ingatlah, bahwa Tuhan itu sempurna karena itu kasih-Nya pun sempurna, termasuk pemeliharaan-Nya atas hidup kita.

Tahukah saudara, bahwa ada banyak orang Kristen yang gagal mengenal dan memahami pemeliharaan Tuhan atas hidupnya? Hal itu sebabkan ia selalu membiarkan kekuatiran menguasai hidupnya. Kekuatiran itu lahir dari hati yang tidak percaya akan pemeliharaan Allah dan hati yang tidak taat melakukan firman-Nya; sehingga pada akhirnya orang demikian lebih percaya dirinya dari pada percaya pada Tuhan. Pemeliharaan Allah itu mencakup segala sesuatu; dalam peristiwa baik atau buruk. Orang-orang yang percaya dan taat akan belajar untuk mengerti dan menghayati pemeliharaan Tuhan dan pada akhirnya walaupun ia mengalami hal-hal yang paling buruk sekalipun dan ia dapat merasakan damai sejahtera yang luar biasa dalam hidupnya. Tujuan pemeliharaan Tuhan bukan hanya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita secara jasmani, tetapi juga secara rohani, sehingga iman kita semakin berakar kuat di dalam Kristus Tuhan. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here