Ulangan 6:4-9; Ringkasan Khotbah Pdt. Nyoman Widiantara; Minggu, 30 Juni 2019

Masyarakat adalah pantulan keluarga: apa yang terjadi di masyarakat (kekerasan, pelanggaran seksual, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pengrusakan fasilitas umum) itu bukti kegagalan dalam pengajaran di rumah.

Musa memerintahkan kepada umat Israel agar mengenal Tuhan, mengasihi Tuhan dan mengajarkan ketetapan-ketetapan Tuhan kepada generasi penerus yang akan masuk ke tanah perjanjian.

Kini, perintah yang sama dikumandangkan kepada kita, (4-7a) agar kita MENGENAL Tuhan, karena pengenalan kepada Tuhan akan mempengaruhi perilaku: MENGASIHI Tuhan dengan mengasihi orang-orang di sekeliling kita (melakukan yang terbaik bagi yang dikasihi, berkorban dan bukan mengorbankan yang dikasihi) dan MENGAJARKAN kebenaran Tuhan kepada anak-anak.

Kapan dan dimana aktivitas tersebut dilakukan? Di mana saja, seperti di rumah, di perjalanan dan kapan saja entah sedang berbaring atau bangun (7b). Ini berarti kita perlu memanfaatkan setiap moment untuk mengajarkan dan mencontohkan kebenaran Tuhan kepada anak-anak.

Bagaimana melakukan itu dalam kehidupan? Dengan mengikatkan pada lengan, menjadikan lambang di dahi, menuliskan pada tiang pintu, menuliskan pada pintu gerbang (8-9). Ini berarti menjadikan dan mengaitkan Firman Tuhan dalam bekerja, berpikir, bersosialisasi, mengambil keputusan dan dalam segala aspek hidup.

Bangsa Yahudi secara populasi kecil (hanya belasan juta) namun berpengaruh besar bagi dunia, misalnya penemuan-penemuan memberikan sumbangsih besar dalam dunia medis: penemu vaksin polio (Jonas Salk0; obat hepatitis c (Barukh Bloomberg); obat kanker darah (Gertrude Illion). Mereka adalah orang-orang Yahudi. Belasan orang peraih hadiah nobel adalah orang Yahudi. Mengapa bisa ? Karena mereka memiliki taurat yaitu pengajaran yang dimulai dari rumah.

Bila setelah melakukan pengajaran, anak-anak belum menjadi seperti yang diharapkan, tidak perlu berkecil hati. Di masa tuanya (dewasanya) tidak akan menyimpang. Andai terjadi seperti anak-anak nabi Samuel, yang penting di hadapan Tuhan kita sdh menempuh proses yang diperintahkan Tuhan. Amin

Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.

SHARE
Previous articlePembawa Damai
Next articleKu Berdoa bagi Gerejaku

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here