Ev. Ratnajani M. – Minggu, 22 April 2018

Kisah Rasul 2 : 41 – 44

Ada beberapa macam gereja dewasa ini, gereja yang mengkultuskan Hamba Tuhannya, gereja yang semarak bak entertainment, gereja yang ada di mana-mana tanpa keang-gotaan yang tetap, gereja yang hanya memikirkan untung rugi, dan sebagainya. Gereja macam apakah kita ini?

Jemaat mula-mula berkembang dengan luar biasa, Mengapa bisa demikian?

Kisah Rasul 2:41–44 dan beberapa ayat yang lain, mencatat, bagaimana jemaat ini dapat berkembang sedemikian rupa. Para pemimpin yang berkomitmen untuk mengajarkan Fir-man Tuhan. Mereka tidak memberitakan tentang betapa dekatnya mereka dengan Yesus, Sang Juruselamat selama kurang lebih 3 tahun. Mereka adalah murid langsung dari Sang Mesias, dan yang mereka beritakan adalah Yesus Sang Juruselamat sejati, dan bagaimana pendengar seharusnya menerima percaya dan menerima Kristus dalam hidup mereka. Yang mereka beritakan adalah mereka hanyalah saksi mata. Mereka, orang-orang yang dapat dipercayai karena mereka menyaksikan bagaimana pengorbanan Kristus dan kemenang-anNya atas maut.

Semua orang yang percaya dari 3000 orang menjadi 5000 orang dan terus bertambah dari hari ke hari, mereka memiliki kesehatian dalam persekutuan, sehati sejiwa, mereka, orang -orang dari berbagai bangsa, latar belakang, status sosial yang berbeda, tapi Alkitab men-catat mereka sehati sejiwa. Dari rumah ke rumah mereka bersekutu, mereka begitu haus akan Firman Tuhan.

Persekutuan yang erat ini diwujudkan dalam tindakan nyata, bahwa mereka tidak menutup mata kalau ada saudara yang kekurangan. Firman yang mereka dengar, mereka Imani dan mereka nyatakan dalam tindakan-tindakan kasih yang luar biasa.

Apa yang terjadi dalam komunitas ini membuat orang-orang di sekitar takut dan gentar, menaruh respek, hormat akan Allah yang hadir di tengah-tengah mereka. Kesaksian me-reka nyata, sehingga makin lama jemaat bertambah. Kesaksian macam apakah yang kita saksikan bagi dunia saat ini? Biarlah ini menjadi perenungan kita dan keteguhan hati untuk menyatakan iman dan kasih kita pada masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here