Matius 9:35-38; Ringkasan khotbah Pdt. Fri Suhandi

Kadang banyak para pelayan Tuhan yang rutin berkumpul di dalam gereja untuk beribadah tetapi tidak lagi memiliki getaran belas kasihan yang memanggil untuk melayani dan meneguhkan untuk tetap melayani. Hal ini dapat terjadi karena sebagian orang terluka ketika masuk lebih dalam di pelayanan gereja atau sebagian memang tidak bertumbuh dalam spiritualitas pribadinya. Gereja punya 1000 jemaat tapi susah cari majelis. Sesungguhnya jika belas kasihan Kristus hidup dalam hati setiap umat-Nya, maka ladang Tuhan tidak akan terbengkalai.

I. Belas Kasihan Kristus Adalah Dasar Pelayanan Sejati.
Tujuan Matius menulis kitab injil ini adalah untuk memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan itu. Bagian perikop yang kita baca dengan jelas menyimpulkan bahwa semua tindakan yang Kristus lakukan ketika Ia mengajar (Mat. 5-7) dan ketika Ia melakukan mujizat (Mat. 8-9:34) didasari oleh belas kasihan Ilahi yang mengoncang batin-Nya, yaitu suatu dorongan kudus dari dalam jiwa untuk membalut “luka” orang lain.

Dengan demikian, pelayanan Kristen yang sejati adalah suatu tindakan yang seharusnya terpanggil oleh guncangan belas kasihan Kristus. Karena itu segala tindakan pelayanan, sekalipun pelayanan gerejawi, tanpa didasari belas kasihan Kristus, belumlah menjadi pelayanan yang sejati. Belas kasihanlah yang membawa Yesus mau naik ke atas kayu salib (Flp. 2:5-8). Belas kasihanlah yang membuat Yesus mampu berdoa dalam penderitaan-Nya: “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Setelah menebus saya dan saudara, Dia rindu melihat satu hal paling utama yang terjadi dalam hidup saudara dan saya, yaitu kita menjadi serupa Dia. Karena itu layanilah Tuhan dengan pelayanan yang digerakan oleh dorongan belas kasihan. Jangan terjebak melayani hanya karena profesi atau visi pribadi. Jika ada ladang pelayanan yang membutuhkanmu (sekolah, panti, rumah sakit, daerah terpencil, dll), ingat bahwa dasar pelayananmu bukanlah passion dirimu, tetapi compassion Kristus. Di mana belas kasihan Kristus memenuhi hatimu, kesanalah seharusnya pelayananmu mengalir, sekalipun ladang itu mendukakan hati dan perasaanmu.

II. Belas Kasihan Kristus Adalah Penggerak Persembahan Diri.
Kita semua pasti rindu supaya gereja kita dipenuhi oleh hamba Tuhan dan aktifis yang penuh belas kasihan seperti itu. Kabar baiknya, sesungguhnya banyak orang di gereja yang mendoakannya dan tidak harus terlalu lama mendoakannya sebab jawabannya sudah tersedia. Kabar buruknya, sayangnya banyak orang Kristen yang berdoa bagi kebutuhan pelayanan gereja Tuhan, namun sedikit yang bersedia untuk menjadi jawaban doa bagi kebutuhan pelayanan gereja Tuhan.

Apa yang Yesus ajarkan dalam perikop ini adalah bahwa ladang Tuhan sudah menguning dan harus segera dituai, namun sayangnya pekerja sedikit. Yesus mengajar para murid-Nya agar meminta kepada Allah, Sang Pemilik tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Suatu doa dan harapan agar jangan sampai ladang itu terbengkalai. Uniknya setelah hal itu, Tuhan Yesus tidak mengajak murid untuk berdoa puasa menanti jawaban doa untuk waktu tertentu, melainkan langsung memanggil dan mengutus para murid. (Matius 10:1). Yesus mengutus para murid melakukan itu dengan memberikan semua kuasa yang diperlukan (Matius 10:5-8).

Jadi sesungguhnya, jawaban utama yang diinginkan Tuhan dari doa untuk kebutuhan pekerja bagi ladang-Nya adalah pemberian diri setiap para murid yang hatinya memahami dan dihidupi belas kasihan Kristus. Hal ini bukan karena Tuhan kurang pekerja dan tidak mampu menyelesaikannya sendiri. Namun sebenarnya dibalik panggilan pelayan selalu ada kerinduan Tuhan untuk berelasi lebih mendalam dan keinginan Tuhan untuk memberikan kemuliaan kekal bagi semua murid-Nya yang melayani dengan belas kasihan-Nya.

Karena itu, marilah kita tanggapi panggilan pelayanan dalam belas kasihan Kristus. Jika getaran belas kasihan Kristus tidak lagi bergetar dalam kerohanianmu, berarti ada sesuatu yang salah dalam hidup rohanimu. Jangan tanya siapa yang harus mengembangkan pekerjaan Tuhan yang terbengkalai di GKKK MALANG ini, karena sesungguhnya kamulah keajaiban yang Tuhan sudah sediakan bagi pelayanan itu! Jangan tanya siapa yang harus mengembangkan pekerjaan Tuhan yang terbengkalai di SKKK MALANG ini, karena sesungguhnya kamulah keajaiban yang Tuhan sudah sediakan bagi pelayanan itu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here