Efesus 1:13-14 ; Ringkasan Khotbah Pdt. Martin Tjen ; Minggu, 17 Februari 2019

Sejak awal bulan Jan’19 di mimbar disampaikan khotbah tentang surat Efesus, khususnya pasal 1. Dimulai dengan tema “Karya Allah (Ef.1:1-6); Kasih Allah yang agung (Ef.1:7-12); Dimateraikan dengan Roh Kudus (Ef.1:13-14)” Jika Saudara, mengikuti khotbah ini maka Saudara akan mendapati bahwa bagian ini kental berbicara doktrin Tritunggal. Mengapa? Karena dipasal 1 ini ada peran Allah Bapa, Anak/Yesus dan Roh Kudus. Pemahaman yang baik tentang Allah Tritunggal sangat menolong kita sebagai orang percaya untuk semakin meyakini tentang keberadaan Allah, karya-Nya, penebusan-Nya dan penyertaan-Nya dari kekal sampai kekal. Sehingga iman kita semakin diteguhkan untuk mengikut Tuhan Yesus, setia melayani Dia sampai kepada akhir hidup kita, kembali kepada Dia yang menciptakan kita.

Namun, seringkali kita sebagai orang Kristen tidak menyadari keberadaan Roh Kudus dalam kehidupan pribadi kita. Mungkin di atas mimbar kita lebih sering mendengar pengajaran tentang Allah Bapa dan Yesus. Jarang sekali kita dengar khotbah tentang Roh Kudus apalagi kita sengaja cari tahu/membaca buku-buku tentang Roh Kudus. Bisa jadi sebagian orang berkata bicara tentang Roh Kudus adalah sesuatu yang abstrak dan sulit dimengerti. Saya ingin tekankan kembali bahwa, ketika kita mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati, bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat maka Roh Kudus akan masuk dan tinggal di dalam kita (Rm.10:9-10). Roh Kudus merupakam suatu ‘Pribadi yang Agung’ setara dengan Allah Bapa dan Putra dan oleh karena keterbatasan manusia, tentu kita tidak akan pernah mengerti sepenuhnya ‘Allah Roh Kudus’ dengan segala atribut/karakter/karya yang ada pada Allah Roh Kudus. Namun melalui teks Ef.1:13-14 paling sedikit ada, 3 kebenaran tentang Roh Kudus yang perlu kita pahami dengan baik.

1. Roh Kudus disebut sebagai “Yang Dijanjikan”
Banyak orang Kristen menyangka bahwa peran Roh Kudus hanya ada dalam Perjanjian Baru dan seolah-olah Roh Kudus tidak pernah ada di Perjanjian Lama. Benarkah demikian? Tentu tidak. Mari kita melihat teks Perjanjian Lama yang tercatat dalam Yeh.36:36-27 dan demikian juga dalam Perjanjian Baru (Mat.3:11; Yoh.7:39; 14:26; Kis.1:5,8; 2:1-4). Dalam surat Efesus saja peran Roh Kudus (Roh Kudus) dalam penebusan orang percaya, muncul 11x, sebagai berikut : 1. Roh Kudus adalah meterai hak milik Allah (Ef.1:13); 2. Roh Kudus adalah jaminan/warisan bagi orang percaya (Ef.1:14); 3. Roh Kudus merupakan Roh hikmat dan wahyu, untuk mengenal Tuhan dengan benar (Ef.1:17); 4. Roh Kudus menolong orang percaya apabila menghampiri Allah (Ef.2:18); 5. Roh Kudus membangun tubuh Kristus menjadi bait yang kudus (Ef.2:21-22); 6. Roh Kudus menyatakan rahasia Kristus, kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus (Ef.3:4-5); 7. Roh Kudus memperkuat orang percaya dengan kuasa di dalam batin (Ef.3:16); 8. Roh Kudus mendorong kesatuan dalam iman Kristen dengan menjadi sepenuhnya serupa dengan Kristus (Ef.4:3,13-14); 9. Roh Kudus Allah berduka bila ada dosa dalam diri orang percaya dan Roh Kudus memateraikan kamu menjelang hari penyelamatan (Ef.4:30); 10. Roh Kudus rindu senantiasa memenuhi dan memberi kuasa kepada orang percaya (Ef.5:18); dan (11) Roh Kudus menolong dalam doa dan peperangan rohani (Ef.6:18).

Hanya dari surat Efesus saja peran Roh Kudus bagi penebusan orang percaya sangat dalam dan spesifik. Jika demikian kita sebagai orang percaya sudah menerima warisan yang berharga ini; namun sangat disayangkan bahwa sebagian besar kita tidak mengalami/merasakan secara nyata karya Roh Kudus dalam kehidupan kita sampai hari ini. Sebenarnya apa yang salah dalam hidup kita? Penggambaran seorang yang tidak merasakan kuasa Roh Kudus dalam dirinya, seperti seorang yang memiliki kekayaan/warisan yang amat besar namun ia tetap memilih hidup miskin/berkekurangan dan hidup menderita sampai merusak relasinya dengan keluarga dan orang-orang yang ada disekitarnya. (seperti kisah seorang wanita, Hetty G Robinson, 1834-1916), ia mati dengan penderitaan dan kemiskinan yang ia ciptakan sendiri). Demikian juga kehidupan seorang Kristen yang tidak menyadari peran dan kehadiran Roh Kudus di dalam dirinya. Sejak sebelum Yesus mati dan naik ke surga, IA berpesan dan menjanjikan kepada murid-murid-Nya bahwa IA dan Bapa akan mengutus seorang Penolong yang lain, yaitu satu pribadi yang natur dan kualitasnya setara dengan Allah Bapa dan Yesus, tetapi perannya sebagai penghibur, penutun dan pendamping yang memberikan jaminan kepada setiap orang percaya. Akan tetapi Roh Kudus justru seringkali menjadi “pribadi yang terlupakan” di dalam pemikiran dan kehidupan kita sebagai orang Kristen. Akibatnya kita tidak memiliki pemahaman yang jelas dan benar tentang Roh Kudus, pada akhirnya Roh Kudus sepertinya tidak memiliki pengaruh / peran apapun dalam pertumbuhan kerohanian kita. Sangat disayangkan bukan?

2. Roh Kudus menjadi materai bagi orang percaya.
Ef.1:13 berkata, seorang Kristen bisa mengaku dan percaya kepada Tuhan Yesus oleh karena ia telah mendengar firman kebenaran yaitu Injil keselamatan. Dari situlah Tuhan mengaruniakan iman kepadanya kemudian ia mampu untuk percaya kepada Tuhan Yesus, sehingga ia dimateraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan-Nya. Kata dimateraikan memiliki beberapa pengertian, sebagai berikut : #1. Dimateraikan/Pemateraian ini terjadi pd saat kita percaya. Sama halnya dengan apa yang dikatakan Kis.2:38, Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. #2. Dimateraikan menjamin sifat asli/original/otentik dari sesuatu. Jadi jika kita telah dimateraikan deng-an Roh Kudus, itu menjamin bahwa kita benar-benar adalah anak Allah (Rm.8:14-17) “Semua orang yang dipimpin Roh Kudus adalah anak Allah; sebaliknya jika seseorang yang hidupnya tidak mau dipimpin Roh Kudus, ia bukan anak Allah. #3. Dimateraikan mengandung arti tanda kepemilikan. Kita dimateraikan dengan Roh Kudus, berarti kita ditandai sebagai milik Allah (Rm.8:9b), “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Krisus.”

Demikian juga kita, yang sudah menjadi orang percaya; kita memiliki materai Roh Kudus yang mengikat kita sebagai anak Tuhan; seharusnya hidup kerohanian kita berjalan sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Karena Allah Roh Kudus yang berotoritas atas hidup kita, untuk mengerjakan apa yang seharusnya difirmankan dalam Alkitab. Jika kita membaca keseluruhan surat Efesus, maka kita akan memahami bahwa ada kesatuan yang agung yang telah Allah rancangkan bagi semua orang Kristen yang telah diselamatkan dan dimateraikan dengan kuasa Roh Kudus, untuk sebuah kesempurnaan dan kepenuhan dalam penebusan-Nya.

3. Roh Kudus adalah jaminan bagi orang percaya.
Seorang Kristen yang telah dimateraikan oleh Roh Kudus maka hidupnya akan terus diubahkan oleh Roh Kudus yang ada di dalam dirinya. Semakin hari hidupnya semakin serupa Kristus. Banyak orang Kristen tahu akan hal ini; banyak orang Kristen ingin mendapat karunia Roh Kudus yang dijanjikan Firman Tuhan (khusus, karunia bernubuat dan karunia berbahasa roh/lidah). Namun jarang sekali orang Kristen yang bersedia hidupnya diubahkan oleh kuasa Roh Kudus. Ada banyak orang Kristen mau hidupnya dipenuhi Roh Kudus tetapi tidak mau hidupnya dipimpin Roh Kudus (barangkali maunya memimpin dan menguasai Roh Kudus bukan dikuasai dan dipimpin Roh Kudus). Sangat mengerikan jika ada orang yang demikian. Setiap orang Kristen yang dimateraikan dengan Roh Kudus berarti ia mendapat jaminan dari Roh Kudus. Sejak saat ia terima dan percaya kepada Tuhan Yesus menjadi Tuhan dan Juru selamatnya pribadi sampai kepada kematian datang menjemputnya dan tidak ada satu kuasapun yang dapat mengagalkan jaminan Roh Kudus terhadap dirinya.Keselamatan kita terjamin/dilindungi penuh 100% /tanpa batas waktu, dalam kondisi apapun dan walau bagaimanapun terjadi; Jaminan Keselamatan tetap ada. (2Kor.1:21-22; 5:5). Seorang Kristen yang telah dimateraikan oleh Roh Kudus; mendapatkan jaminan yang pasti dan jaminan ini tidak dapat digagalkan oleh apapun, siapapun dan dalam kondisi bagaimanapun. Tidak ada satu kuasapun yang dapat membuka materai yang telah diberikan oleh Roh Kudus melalui penebusan Kristus yang sempurna di atas kayu salib. Oleh karena penebusan Kristus maka kita menjadi milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya (Ef.1:14)

Beberapa penafsir Alkitab memberi makna jaminan seperti pada “cincin pertunangan”. Jaminan bermakna tanggungan/uang muka (Yun.Arabon) “It is used in modern Greek for an engagement ring.” (John Stott). IA yang memberikan cincin pertunangan sebagai jaminan, mengharapkan untuk menerima mempelai wanitanya. Allahlah, melalui Roh Kudus-Nya yang memberikan jaminan bagi kita. (William H). Alkitab mengajarkan bahwa hubungan Allah/Yesus dengan kita digambarkan seperti sepasang calon mempelai. Kristus sebagai “mempelai pria” dan orang Kristen/gereja adalah “mempelai wanita”. Dalam Perjanjian Baru, Kristus, Sang Pengantin Pria, dalam pengorbanan dan kasih memilih gereja menjadi mempelai perempuan-Nya (Efesus 5:25-27). Penggambarannya adalah: seperti ketika Yesus naik ke Surga, Yesus mengutus Roh Penghibur yang akan menyertai kehidupan para murid di dalam dunia. Saat itu para murid/gereja (mempelai wanita) seolah terpisah dengan Kristus (mempelai pria); namun ketika Yesus meng- utus Roh Kudus, mengaruniakan para murid dengan kuasa Roh Kudus, dimateraikan dengan hadirnya Roh Kudus. Maka hal ini seumpama pertunangan Kristus dan gereja-Nya; karena untuk sementara waktu kedua mempelai terpisah. Namun Tuhan Yesus berjanji akan datang kembali menjemput mempelai wanita dan pada akhirnya kedua mempelai akan bersatu. Gereja akan dengan pengantin-Nya, maka “pesta pernikahan” resmi akan berlangsung, dan bersamanya, persatuan kekal antara Kristus dan pengantin-Nya akan digenapi (Wahyu 19:7-9; 21:1-2).

Jika kita telah menerima anugerah keselamatan, itu berarti kita telah menerima karunia Roh Kudus yang dimateraikan dengan Roh Kudus dan dijamin oleh Roh Kudus. Sudah selayaknya kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus, dikuasai oleh Roh Kudus dan menanti akan kedatangan-Nya. Sesungguhnya kita adalah mempelai-mempelai Kristus, suatu hari kelak kita akan memperoleh kepenuhan jaminan yang telah dijanjikan-Nya, yaitu kepenuhan penebusan yang sempurna yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah seutuhnya, untuk memuji dan kemuliaan-Nya. Saat itu, kita akan bersama dengan Kristus di dalam kerajaan surga untuk selama-lamanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here