Kejadian. 2: 18-25; 1:28; Ringkasan Khotbah Pdt. Hendra; Minggu, 05 Mei 2019

Pendahuluan
Umumnya saat pernikahan, ucapan selamat yang diberikan adalah selamat menempuh hidup baru, selamat berbahagia. Apakah tujuan pernikahan hanya untuk kebahagiaan? Jikalau tujuan pernikahan adalah kebahagiaan, maka jika suami istri tidak bahagia, boleh bercerai? atau kalau tidak bahagia maka boleh berpisah dari pasangan kita? Tentu saja tidak.

Jemaat sekalian, kita menyadari ada banyak tujuan pernikahan yang keliru, yang kita anut, entah dari pengalaman orang tua kita, dari pemikiran kita, dari agama kita.
Tujuan pernikahan Kristen yang kelihatannya baik tetapi keliru:

1. semata-mata untuk mendapatkan keturunan
2. untuk memperbaiki ekonomi keluarga
3. untuk mengatasi kesepian

Kalau kita ingin tahu tujuan pernikahan Kristen yang benar, sudah seharusnyalah kita kembali kepada Firman Tuhan. Kitab Kejadian 2:18-25 memberikan dasar dari pembentukan institusi / lembaga pernikahan.

Satu hal utama tentang pernikahan adalah pernikahan bukan lembaga bentukan manusia, tetapi Tuhan yang berinisiatif membentuknya. Ketika Tuhan berkehendak demikian, pastilah ada maksud dan tujuan yang indah yang Tuhan berikan kepada manusia. tetapi karena manusia jatuh ke dalam dosa, maka tujuan itu menjadi kabur dan keluarga Kristen terseok-seok, menjadi batu sandungan, berpisah bahkan tidak sedikit yang bercerai.

Pagi ini dari perikop Kejadian 2:18-25 kita akan belajar bersama apa tujuan pernikahan Kristen yang benar yang Allah rancangkan bahkan sebelum manusia jatuh ke dalam dosa?

1. Saling Melengkapi (Ayat 18-23)
Ayat 18 jelas sekali Allah yang menilai sendiri bahwa tidak baik manusia itu seorang diri saja. “Aku akan menjadikan penolong bagi dia, yang sepadan dengan dia.

Hal ini jelas menyatakan penilaian Allah terhadap manusia pertama: tidak baik kalau seorang diri. manusia perlu penolong yang sepadan. Penolong yang sepadan dalam bahasa aslinya Ibrani berarti penolong yang sama ulungnya, atau sama khususnya. Artinya seseorang yang layak dan cocok, seimbang untuk berdiri di hadapan manusia, sebagai teman dan pelengkap hidupnya. Walaupun ada begitu banyak binatang yang dinamai Adam, ternyata tidak satupun dapat menjadi teman yang selevel dengan Adam.

Ayat 21 dikatakan bahwa Allah mengambil salah satu tulang rusuk adam dan menutupi tempat itu dengan daging. Kemudian dari rusuk itu, Allah membangunkan seorang perempuan dan dibawa kepada adam. Berkatalah Adam: inilah tulang dari tulangku dan daging dari dagingku dan menamakan perempuan.

Tuhan merancangkan pernikahan dengan tujuan awal yang mulia yaitu saling melengkapi.

Oleh karena itu, ketika seorang pemuda dan pemudi akan menikah, ketahuilah bahwa anda dan pasangan anda adalah pribadi yang berbeda, unik dan khusus dari Tuhan.
Jangan menuntut kesempurnaan dari pasangan kita karena kita sendiri tidak sempurna adanya.

Justru yang sudah berkeluarga puluhan tahun akan menemukan betapa tidak sempurnanya pasangan kita. Sebagai orang beriman, belajarlah menerima perbedaan, bahkan menerima ketidak sempurnaan pasangan kita karena memang tujuan Allah menyatukan anda dan pasangan anda adalah agar saling melengkapi.

2. Bersatu utk Misi Allah (Kejadian 1:28; 2:24)
Ayat 24 Firman Tuhan berkata: seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, dan menjadi satu daging

Ketika Allah merancang pernikahan sedemikian rupa, maka tentulah Allah ingin melalui lembaga pernikahan demikian, keluarga dapat melakukan misi Allah.

Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka dan berfirman: beranakcuculah dan bertambah banyak, penuhi bumi dan taklukkanlah itu, berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung di udara dan atas segala biatang yang merayap di bumi.

itulah tugas yang Allah berikan pada adam dan Hawa sebagai mandataris Allah, pengemban misi Allah untuk memenuhi bumi dan berkuasa atas bumi.

Yesus menjunjung tinggi lembaga pernikahan dengan mengutip Kejadian 2:24 pada Matius 19:5 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istreri- nya, sehingga keduanya menjadi satu daging…. Yesus tambahkan apa yang telah dipersatukan Alah, tidak boleh diceraikan manusia.

Perceraian yang terjadi hanya mendukakan Tuhan dan menimbulkan banyak luka dan kepahitan bagi pasangan tersebut dan anak-anak dan menggangu pekerjaan Allah yang sedang dilakukan. Priskila & Akwila – contoh pernikahan yang menjalankan misi Allah di bumi ini, ambil bagian dalam pekerjaan Allah. Pasangan ini disebut dengan jelas pernah menemani Paulus dalam perjalanan dari Korintus ke Efesus, mengundang Apolos dan mengarahkan Apolos ttg jalan Allah. Paulus menyebut Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus

Bagaimana misi Allah bagi hidup keluarga kita zaman sekarang?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here