Lukas 8:26-39; Ringkasan Khotbah Ev. Yohanes Tan; Minggu, 08 September 2019

Misi Tuhan Yesus di Gerasa: menjumpai orang yang dirasuk legion
Tuhan Yesus hadir di daerah Gerasa dengan mengemban sebuah misi, yaitu Ia ingin menjumpai seseorang di situ. Dari perspektif orang Yahudi, segala sesuatu dalam peristiwa ini berbau kenajisan. Daerah itu adalah bagian dari Dekapolis yang mayoritas penduduknya adalah orang-orang kafir. Lokasinya tidak jauh dari pekuburan dan kawanan babi. Orang yang ingin dijumpai-Nya adalah seorang yang dirasuki oleh roh jahat dan hidup di pekuburan. Untuk menunaikan misi-Nya, Tuhan Yesus menembus badai dan ombak yang mengamuk serta melintasi hambatan budaya

Setelah Tuhan Yesus naik ke darat, seorang laki-laki yang dirasuk oleh sepasukan iblis dari kota itu menemui Dia. Dari gambaran yang diberikan oleh Matius, Markus, dan Lukas dapat disimpulkan bahwa orang ini kehilangan segalanya! Kesopanan, pengendalian diri, kedamaian, dan tujuan hidup tidak lagi ada dalam dirinya. Ia meninggalkan rumah dan kehilangan persekutuan dengan keluarga dan teman-teman. Kerabatnya pasti telah menyerah untuk menolongnya. Orang ini hidup dalam situasi tanpa harapan. Kehidupan orang ini menggambarkan kehidupan setiap orang yang terpisah dari Allah, mati secara rohani, tinggal di antara orang-orang yang juga mati secara rohani, dan tidak memiliki persekutuan dengan orang-orang yang hidup di dalam Kristus.

Yesus berkuasa untuk memberikan perubahan hidup
Apa yang terjadi ketika Yesus Sang Mesias berjumpa dengan orang tersebut? Sebuah TRANSFORMASI! Dengan kuasa-Nya Tuhan Yesus membebaskan dan mengubah orang tersebut. Ini-lah injil! Injil adalah “kekuatan Allah yang menyelamatkan” (Rm. 1:16-17), kuasa Allah yang luar biasa yang memberikan kehidupan baru kepada orang yang sebelumnya diperhamba iblis atau dosa.

Orang-orang dari kota dan kampung sekitar menemukan orang yang tadinya kerasukan legion itu sedang duduk di kaki Yesus, mengenakan pakaian, dan sudah waras. Dia tidak lagi berlari di antara kuburan dan tersiksa oleh iblis. Ia mengalami kelepasan dan mendapatkan kelegaan. Jika Anda menjalani kehidupan dengan berkeliaran di antara orang berdosa seperti yang digambarkan oleh kehidupan orang ini, hanya Yesus yang dapat memberikan kelepasan dan kelegaan. Orang itu berpakaian, tidak telanjang lagi. Tuhan telah melakukan pekerjaan di dalam dan itu terlihat dari luar. Ketika Tuhan menyelamatkan Anda, Dia akan mengubah Anda. Anda akan memiliki cara hidup yang baru. Dunia akan melihat dan tahu bahwa telah terjadi perubahan. Orang itu sudah waras, pikirannya tidak lagi dikendalikan oleh setan. Bertemu deng-an Yesus mengubah pikiran orang tersebut dan pikiran kita juga, yaitu pikiran yang fokus pada Tuhan serta tidak lagi mempertanyakan dan menyangkal kuasa Tuhan ataupun menginginkan hal-hal duniawi atau kesenangan dari dosa.

Pertanyaan penting yang harus kita ajukan pada hari ini adalah sejauh mana saya mengalami kuasa transformasi Kristus? Perubahan nyata seperti apa yang ada dalam hidup saya yang disebabkan oleh kuasa Yesus Kristus? “Pada saat seseorang menjadi orang Kristen, ia menjadi orang yang hatinya sama sekali baru. Ia tidak lagi seperti dahulu. Ia mulai menempuh hidup yang baru!” (FAYH – 2 Kor. 5:17). Milikilah cara hidup yang berbeda dari orang-orang di sekeliling.

Tuhan Yesus mengubah seorang yang kerasukan legion menjadi seorang misionaris
Ketika Tuhan Yesus naik ke perahu untuk kembali berlayar, orang ini “memohon dengan sangat agar diizinkan ikut” (FAYH – 8;38). Orang ini ingin menghabiskan hidupnya dengan mengikuti Dia ke manapun Yesus pergi – mendengarkan Dia, belajar dari Dia, melayani Dia, mencintai Dia semakin dalam. Tetapi Tuhan Yesus berkata “tidak” pada permohonan orang ini. Tuhan Yesus punya rencana lain untuknya. “Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu” (ayat 39). Tuhan Yesus mengutusnya untuk suatu misi. Orang yang kerasukan legion diubahkan menjadi seorang misionaris.

• Bermisi = bercerita. Orang yang telah dilepaskan dari legion ini hanya memiliki cerita tentang bagaimana dia bertemu Yesus dan diubahkan oleh-Nya. Tuhan Yesus memerintahkan dia untuk menceritakannya. Inilah misi. Setiap kita mengalami kuasa Tuhan Yesus yang mentransformasi hidup dan itu berarti kita bisa bermisi. Ceritakanlah!

• Keluarga sebagai ladang misi. Bermisi tidak harus dilakukan di tempat yang jauh dari kehidupan keseharian, tetapi bukan berarti tidak perlu pergi ke tempat-tempat lain yang Tuhan percayakan. Bermisi dapat dilakukan di sini, di sekitar kehidupan sehari-hari, yaitu keluarga – tempat di mana Tuhan telah menempatkan orang-orang yang kita kasihi dan mengasihi kita. Tuhan Yesus tidak hanya peduli pada keselamatan jiwa kita, tetapi juga peduli pada keluarga kita. Sebagai seorang yang telah diubahkan oleh Tuhan Yesus, kita sudah seharusnya pulang ke teng ah keluarga untuk memperbaiki dan bangun kembali relasi dengan keluarga dan menjalankan misi Allah di tengah mereka.

• Keselamatan untuk seluruh keluarga. Tuhan Yesus tidak hanya peduli pada keselamatan jiwa orang ini, Ia peduli pada keluarganya dan keselamatan mereka. Perintah “pulanglah dan ceritakanlah bagaimana Allah sudah menolongmu” bertujuan agar mereka menjadi percaya kepada Yesus. Perubahan hidup yang ditunjukkan dan cerita mengenai perbuatan Allah yang kita alami akan membantu setiap orang dalam keluarga untuk menjadi percaya. Tuhan Yesus berkata “pulanglah ke rumahmu,” tetapi orang ini pergi ke seluruh kota! Dia pergi ke Dekapolis, yang merupakan wilayah yang terdiri dari 10 kota! Dia bersemangat untuk memberi tahu orang lain tentang apa yang telah Yesus lakukan untuknya! Kita membutuhkan kepatuhan dan semangat yang sama seperti yang dimiliki orang ini agar seluruh keluarga dan orang di sekitar kita mendengar tentang Kristus dan menjadi percaya.

SHARE
Previous articleMenjadi Duta Kristus
Next articleWarta, 30 Juni 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here