Lukas 2:10-11; Matius 1:20-21; Kejadian 3;
Ringkasan Khotbah Pdt. Gindo Manogi; Minggu, 02 Desember 2018

Natal selalu disambut dengan sukacita. Tentu saja, sukacita tersebut karena karya Allah bagi manusia yang berdosa. Ketika manusia secara aktif melawan dan memberontak kepada Allah, Allah mengutus Anak-Nya untuk datang ke dalam dunia, dan menyelesaikan masalah dosa tersebut. Hal itu terlihat dalam Lukas 2:1-11, bahwa Yesus lahir sebagai Juruselamat; dan dalam Matius 1:20-21 disebutkan misi penyelamatan umat-Nya adalah menyelamatkan dari dosa.

Untuk memahami misi-Nya ini, maka kita perlu melihat kembali pada kisah di Kejadian 3. Kisah tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa ini yang membuat kita mengerti mengapa kisah di pasal 4 dan pasal-kitab berikutnya bisa terjadi. Di dalam pasal 4, terjadi pembunuhan yang pertama kali terjadi, yakni Kain membunuh Habel; juga kisah poligami yang pertama kali. Di pasal 6, disebutkan bertambahnya jumlah manusia, maka bertambah pula kejahatan manusia. Disebutkan juga bahwa Tuhan “menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya” (Kej. 6:6). Dan masih banyak lagi kisah-kisah yang lain….

Akan tetapi, keadaan itu sangat berbeda dengan di Kejadian 1-2. Dalam Kejadian 1:31, “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” Ini pernyataan Allah, bahwa yang telah Ia ciptakan dan rencanakan bagi manusia dan dunia ini adalah sungguh amat baik. Allah menciptakan manusia seturut dengan gambar dan rupa-Nya sendiri. Dalam Kejadian 2 disebutkan TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Juga terlihat dialog atau interaksi yang indah antara Allah dengan Adam (bdk. Kej. 3:8, terlihat “kebiasaan” yang terjadi di taman Eden – “TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk.”). Adam juga Dalam suasana yang menyenangkan. Adam datang menemui Allah yang berjalan di taman Eden. Juga disebutkan relasi yang harmonis antara Adam dan Hawa.

Apa yang terjadi?
Akan tetapi, semuanya itu lenyap. Hilang. Penyebabnya adalah manusia jatuh ke dalam dosa (Kej. 3). Akibatnya, seperti yang Tuhan katakan, “pastilah engkau mati!” (Kej. 2:17).

Apa artinya “mati”?
Istilah “mati” sudah sangat banyak dibahas oleh para teolog Kristen. Akan tetapi, dalam khotbah hari ini, saya hanya berfokus pada kematian secara rohani, yang berarti terputusnya hubungan antara Allah dengan manusia. Hal itu ditandai dengan dua hal:
a. Manusia merasa malu dan bersembunyi dari Allah.
b. Allah mengusir mereka dari taman Eden.
Manusia tidak lagi berjalan dengan Allah. Manusia bukan hanya kehilangan taman Eden, tapi juga keindahan “berjalan bersama dengan Allah.”

Apa kata Perjanjian Baru tentang “kematian” ini?
Rasul Paulus menyatakan menjelaskan tentang hal ini dalam kitab Roma. Dalam Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Dengan jelas Paulus mengaitkan dosa dengan maut, dan ini berawal dari kejatuhan Adam. Paulus lebih lanjut menyatakan, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rm. 6:23). Di bagian ini, Paulus mengontraskan antara maut yang disebabkan oleh kejatuhan Adam, dengan hidup kekal yang dibawa oleh Yesus Kristus.

Apa tindakan Allah di Taman Eden?
Setidaknya ada 2 hal yang Allah sampaikan melalui perikop ini:

1. Tindakan Allah membuat dan mengenakan pakaian buat Adam dan Hawa dari kulit binatang (Kej. 3:21) Semuanya berasal dari inisiatif dan tindakan Allah. Pemberian pakaian ini sebagai sebuah tindakan perkenanan di hadapan Allah.

2. Pernyataan progressive revelation Allah ketika memberikan hukuman kepada ular: keturunan hawa akan meremukkan kepala si ular. Progressive revelation berarti pewahyuan yang Allah sampaikan secara bertahap (tidak sekaligus). Di dalam Kej 3:15, disebutkan bahwa salah seorang keturunan Hawa akan meremukkan kepala si ular. Kita mengetahui hal ini menunjuk pada Tuhan Yesus. Secara biologis (karena Yesus memiliki 2 natur), Yesus merupakan keturunan Hawa. Kematian dan kebangkitan Yesus menyatakan bahwa Yesus menang atas maut, dan menang atas iblis. Kepala iblis diremukkan, yang berarti tidak berdaya sama sekali. Takluk dan kalah total.

Rasul Paulus menjelaskan hal ini melalui Galatia 3:27 bahwa setiap orang yang dibaptis (percaya Yesus) maka ia mengenakan Kristus. Jika di Kejadian disebutkan bahwa pakaian yang dikenakan adalah kulit binatang, maka di dalam Galatia 3 yang dikenakan adalah Kristus. Dengan kata lain, ketika percaya pada Yesus maka kita diberikan pakaian Kristus. Kita diperkenan di hadapan Allah Bapa.

Mari kita menyambut Natal dengan hati yang mensyukuri karya-Nya. Natal adalah tindakan Allah menggenapkan janji-Nya bagi manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Allah yang berinisiatif untuk menyelesaikan masalah dosa. Kiranya kita semakin mengenal dan mengasihi-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here