Matius 2:1-12; Ringkasan Khotbah Pdt. Andreas Hauw; Minggu, 16 Desember 2018

Kedatangan Orang Majus menjumpai Yesus di Betlehem adalah kemegahan tentang Allah yang menjadi manusia. Ada tiga hal yang menunjukkan kemegahan itu. Pertama, kisah orang Majus ini menggenapi nubuat Perjanjian Lama, khususnya Yesaya 60:3, “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” Nubuat ini menyatakan saat Mesias dilahirkan, maka raja-raja bangsa non-Yahudi akan datang kepada Sang Mesias. Kedatangan raja-raja non-Yahudi membuktikan bayi Yesus adalah istimewa, Dia adalah Raja penyelamat. Raja segala raja. Keajaiban alam, bahwa raja-raja asing dibimbing bintang, yaitu cahaya Tuhan meneguhkan Yesus lahir karena rencana Tuhan. Kedua, kunjungan Orang Majus menjadi contoh bahwa seluruh manusia —tanpa pandang suku, ras, kepercayaan, berpangkat atau tidak, kaya atau miskin— akan masuk dalam rencana Tuhan untuk diselamatkan. Matius 8:11 mengonfirmasi maksud kedatangan Yesus, “Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham … dalam Kerajaan Sorga.” Rencana Tuhan dengan kelahiran Yesus untuk menyelamatkan dikonfirmasi teks Matius seperti “Pergilah ke seluruh dunia dan jadikanlah segala bangsa muridKu.” Ketiga, sama seperti kunjungan para gembala dalam Injil Lukas (juga kisah kelahiran Yohanes Pembaptis, peristiwa Zakharia yang menjadi bisu, malaikat mengunjungi Maria, Elisabet memberkati Maria, Simeon yang siap mati dan Hana yang saleh), kedatangan Orang Majus menunjukkan kemegahan inkarnasi. Allah menjadi manusia. Kelahiran Yesus menunjukkan kemegahan Allah yang menggenapkan janji-Nya tetapi juga kasih-Nya yang bertindak untuk menyelamatkan manusia.

Perayaan inkarnasi Allah dalam kelahiran Yesus dimaknai Orang Majus dalam berbagai bentuk. Pertama, Orang Majus mencari, mencari lagi dan merespons. Yesus lahir waktu Herodes jadi raja. Mereka ke Yerusalem, tempat Herodes. Namun bukan Herodes raja yang mereka cari. Bagi Orang Majus, Herodes bukanlah raja yang sebenarnya. Bukan saja Herodes adalah raja boneka Roma tetapi dia bukan raja yang baik. Orang Majus datang dari Timur untuk mencari raja yang baru lahir. Mereka mungkin adalah raja, atau penasihat raja. Mereka bukan penyembah Yahweh dan mungkin pula keturunan imam Persia. Pencarian gagal di Yerusalem. Orang Majus bertemu penguasa jahat. Lewat ahli Taurat yang dipanggil Herodes, Orang Majus tahu raja Mesias lahir di Betlehem. Jadi Orang Majus mencari lagi. Bintang yang memimpin mereka membawa ke bayi Yesus. Setelah mendapat bayi itu, mereka merespons. Respons mereka adalah memberi persembahan emas, kemenyan dan mur. Mereka juga menyembah Yesus. Tidak cukup dengan semua itu, mereka sangat bersukacita. Semua ini mengajarkan kita untuk sungguh mencari siapa yang layak disembah. Lewat kelahiran Yesus, Allah telah mendobrak dunia. Dia masuk ke dunia untuk menyelamatkan dunia. Allah yang berinkarnasi inilah yang layak disembah. Inkarnasi menyatakan era baru telah datang. Dunia yang telah lama menderita sekarang telah berubah. Sejarah keselamatan telah dan sedang digenapi dalam bayi inkarnasi.

Bentuk kedua bagi Orang Majus memaknai perayaan inkarnasi adalah melindungi. Orang Majus melindungi bayi Yesus dari raja yang lalim (Herodes), karena itu mereka tidak kembali ke jalan lama. Orang Majus tidak menjual Yesus. Mereka memproteksi Yesus. Orang Kristen seharusnya menjadi tangan Tuhan yang melindungi/memproteksi kekristenan dan orang lain. Ketika banyak KDRT, anak-anak yang diperlakukan dengan kejam, orang-orang yang dijadikan budak seksual, orang-orang miskin, orang yang ada di bawah raja lalim dosa, kita dipanggil untuk melindungi mereka lewat cara menyelamatkan (mereka) dari situasi buruk. Dengan melindungi, kita memanifestasikan/mewujudkan kasih surga kepada orang-orang yang perlu bantuan.

Makna ketiga perayaan inkarnasi bagi Orang majus adalah memberitakan kabar gembira. Orang Majus memberitakan kelahiran Yesus di tempat asal mereka. Mereka menjadi “nabi.” Mungkin orang-orang yang mendengar pewartaan mereka: Allah telah menjadi manusia, telah menjadi penentang pertama saat mereka tiba. Pada abad ke-6, daerah asal Orang Majus telah menjadi pusat agama lain.

Namun, kabar gembira harus sampai ke sana juga. Orang Majus telah mencari dan memproteksi, mereka juga telah menanggung konsekuensi dari pencarian mereka yaitu memberitakannya kepada orang lain. Mereka telah memproklamirkan Injil bagi dunia, yaitu berita: Allah telah menjadi manusia. Inkarnasi harus diperkenalkan kepada saudara-saudara kita di Indonesia, dimana konsep Allah menjadi manusia paling banyak ditolak. Saudara-saudar kita perlu tahu era penebus telah mulai di dalam Yesus. Orang Majus telah mengajar kita makna inkarnasi itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here