Pdt. Martin Tjen– Minggu, 03 Juni 2018

Tema besar dibulan Juni : “Penatalayan yang baik & setia” Kita belajar bagaimana penatalayan waktu, uang & talenta. Mengapa kita perlu belajar menata semuanya itu? Karena kita bukan pemilik; tetapi kita adalah: pengelola, dari segala sesuatu yang Tuhan percayakan pada kita. Seberapa banyak di antara kita yang merasa segala sesuatu yang ada padaku, adalah milikku. Sesuka hatiku, aku mau pakai untuk apa. Ini konsep berbahaya. Yang benar adalah: “Segala sesuatu adalah milik Tuhan, aku hanya pengelolanya” Ingat baik-baik saudara-saudara!”

Ada 3 kebenaran tentang “waktu” yang ingin dibagikan, yaitu:

1. Tuhan, sang Penguasa Waktu (Pengkhotbah 3:1), “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” Firman Tuhan ini ingin mengingatkan kita bahwa ‘Dialah Sang Pemilik Waktu’ & manusia tidak berkuasa atas waktu. Namun sebagai ciptaan kita harus tahu bahwa waktu itu terbatas & di dalam keterbatasan waktu sebenarnya manusia diberi hak untuk mengelola waktu hidupnya dengan baik. Ketika kita diberi hak untuk mengelola waktu itu artinya kita dapat mengatur waktu-waktu yang ada pada kita sebaik-baiknya. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu ada waktunya, suka-tidak; setuju-tidak kita harus mengakui & percaya bahwa hanya Allah satu-satunya sang
penguasa waktu. Mgp? Krn hanya Allah yang tidak dibatasi ruang & waktu. Dia sang pencipta waktu itu sendiri; hal ini terlihat pada masa penciptaan (Kej.1:3-5). Allah menciptakan ‘waktu’ di dalam dunia & Ia memberi waktu kepada semua yang diciptakan-Nya; agar segala ciptaan-Nya mengenal Dia & tunduk kepada-Nya sang penguasa waktu.

2. Gunakan waktu dg bijak (Mzm.90:12), “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yg bijaksana. Musa mengkaitkan waktu dengan kebijaksanaan. Musa bertanya kpd Tuhan, “Tuhan ajar kami menghitung hari-hari sedemikiann . . . , sptnya Tuhan tidak langsung menjawab pertanyaan ini. Tuhan tidak ajarkan bagaimana cara menghitung hari-hari bahkan ketika Sdr. membaca seluruh kitab Mazmur, tidak ada jawaban Allah bagaimana cara menghitung hari. Namun, jika Sdra terus membaca kitab setelah Mazmur, ada kitab Amsal, maka Sdra akan mulai sedikit demi sedikit memahami bagaimana cara menghitung hari-hari. Lalu sampai pada kitab Pengkhotbah; maka hati & pikiran Sdra akan semakin terbuka oleh hikmat Tuhan. Temukan & nikmati-lah hal-hal yang luar biasa indah & amat bernilai; sesuatu yang ingin Tuhan sam- paikan kepada Sdra. Mengapa saya katakan demikian, karena saya sedang melakukannya dan sedang mengalaminya.

3. Waktu/hari-hari ini adalah jahat (Ef.5:16). . . , dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Paulus ingin katakan, kita bukan hanya menghitung hari-2/waktu yang ada, tetapi kita juga perlu menebus hari/waktu kita. Menebus berarti menggembalikan waktu yang Tuhan ciptakan kepada Tuhan sendiri untuk kemuliaan Tuhan. Mengapa kita harus menebus waktu? Karena kita telah menyia-nyiakan waktu yang Tuhan beri dan hari-hari ini adalah: hari yang jahat. Kolose.4:5 b’kata, “Hiduplah dg penuh hikmat, terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” Itu berarti kita sebagai orang percaya jangan terpengaruh terhadap perilaku orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, tetapi hadapilah dengan penuh hikmat, & pergunakan waktu sebaik-baiknya. Ini tugas kita sebagai anak-anak Tuhan yang seharusnya menjadi terang dan membawa terang di manapun kita berada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here