Lukas 4:16-21, Ringkasan khotbah Ev. Ria Pasaribu

Kristus memberikan kesaksian panggilan sebagai ‘Mesias’ pada publik diawali dengan kesaksian yang dicatat dalam Lukas 4: diawali dengan latihan rohani selama 40 hari berpuasa siang dan malam; lalu, setelah menghadapi berbagai pencobaan, Ia dikuasai oleh Roh Kudus dan memulai pelayanan-Nya di Galilea (4:14).

A. Panggilan dan pengutusan Mesias
Suatu hari ketika Ia melayani di Sinagoge Nazareth, Ia membacakan: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Lukas 4:18-19; yang semula dinubuatkan Nabi Yesaya 700 tahun sebelum kedatangan Masias dalam Yesaya 61:1-2). Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (21). Dengan jelas Yesus menyatakan siapa Dia sebenarnya, yang tidak lain adalah Mesias (‘Yang diurapi’) Allah yang datang untuk melayani manusia, membawa tahun rahmat Tuhan.

Kehadiran-Nya di tengah dunia merupakan kehadiran ‘Kerajaan Allah’ dan memanifestasikan ‘kuasa Allah’ yang membebaskan manusia dari berbagai pergumulan hidup mereka. Disamping Ia mengajarkan firman Tuhan di sinagoge, Ia keluar menjumpai manusia dengan berbagai pergumulannya: yang sakit disembuhkan (buta melihat, lumpuh berjalan, bahkan mati dibangkitkan); yang lapar diberi makan, yang terikat kuasa gelap dilepaskan, yang tertindas dibebaskan. dan puncaknya Ia mati di atas kayu salib. Seperti ada tertulis: “…dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya , baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus (Kol. 1:20).

Melalui kehadiran-Nya di tengah dunia dan kematian-Nya di atas kayu salib Ia menyelesaikan apa yang ditugaskan Allah kepada umat-Nya (Israel) untuk memperdulikan dan mengasihi sesama, dengan menolong mereka yang miskin, melepaskan dari belenggu ketidak adilan, yang gagal mereka lakukan (Yes 58: 3-8). “Misi mencakup semua kegiatan yang menolong membebaskan manusia dari perbudakannya di hadapan Allah yang sedang datang, perbudakan yang meluas dari kebutuhan ekonomi sampai keberadaan tanpa Allah” (Moltman).

B. Panggilan dan pengutusan Murid-murid Yesus
Sebelum Ia menyelesaikan tugas klimaksnya mati di atas kayu salib, Ia berdoa syafaat bagi murid-murid yang dibina-Nya selama ini dan juga bagi murid-murid atau orang percaya lainnya (yang mendengar dan dilayani oleh murid-murid-Nya), sekaligus mengutus mereka,” Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia” (Yoh. 17:18).

kalimat ‘sama seperti’, Samuel Escobar (dalam bukunya: In His Time) menjelaskan 2 hal:

“Sama seperti” Yesus diutus dalam otoritas Allah, demikian pula murid-murid atau orang-orang percaya (gereja) diutus Yesus untuk bermisi di dalam dunia. Dengan demikian, melakukan misi bukan merupakan pilihan, melainkan “keharusan” dalam ketaatan kita kepada Kristus. Sama seperti Kristus taat sampai mati, demikianlah seharusnya orang-orang percaya mengerjakan misi dengan setia dan bersedia membayar harga dalam menuntaskannya. Rasul Paulus mengatakan “Kepada penglihatan/panggilan yang dari surga itu, tidak pernah aku tidak taat” (Kis. 26:19) dan ini merupakan tindakan penundukan Paulus pada ‘Ke-Tuhan-an Kristus’ dan ia membulatkan tekadnya untuk bekerja keras dengan setia sampai akhir hidupnya. Bagaimana dengan engkau dan saya?

“Sama seperti” yang dilakukan Yesus dalam misi-Nya, peduli pada pergumulan dan penderitaan manusia, menyembuhkan yang sakit, memberi makan yang lapar, menolong orang yang tertindas, demikian pula hendaknya murid-murid-Nya, gereja (orang-orang percaya) lainnya melakukan hal yang dilakukan Kristus, yakni peduli pada yang lemah, dan membawa yang berdosa mendengar kabar kesukaan “pintu pengampunan dosa telah terbuka” di dalam Kristus, yang adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.

C. Inilah waktunya melanjutkan karya-Nya dengan mentaati Dia
Marilah kita memberikan diri kepada Dia yang memanggil dan telah menebus kita, untuk bekerja mengasihi sesama sesuai dengan apa yang dikaruniakan-Nya kepada kita. Khususnya di tengah-tengah abad 21 ini, melalui urbanisasi Allah telah membawa banyak orang yang belum mengenal Dia, datang dari berbagai pelosok, desa, pinggiran dan berbondong-bondong ke kota di mana gereja atau orang-orang percaya berada. Inilah waktunya kita mengasihi sesama kita dan menghadirkan “Kerajaan Allah” dengan pelayanan yang membumi. Kristus akan segera datang untuk kedua kalinya, kiranya Tuhan mengaruniakan sense of urgency in sharing the whole Gospel’ (menyadari urgensinya membawa kabar baik seutuhnya) bagi sesama agar kesejahteraan seutuhnya, keselamatan juga dialami mereka.

Kiranya Tuhan Yesus menolong kita semua. Segala puji, hormat, kemuliaan hanya bagi Dia sampai selama-lamanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here