Efesus. 1:15-23 ; Ringkasan Khotbah Pdt. Hendra ; Minggu, 03 Maret 2019

JF Powers, seorang penulis novel, cerita pendek, serta cerita inspirasi, pernah mengenyam pendidikan pastor Katolik. Ia pernah menulis kepada rekannya Bill tentang gereja. Ini adalah sebuah kapal tua dan besar, Bill. Kapal itu berderak derik, bergoyang-goyang, bergoncang, dan pada satu waktu, kapal itu membuatmu ingin muntah. Tetapi kapal itu selalu mencapai tempat ke mana yang ia inginkan. Selalu dan akan selalu, sampai pada akhir zaman. Denganmu atau tanpamu. Bukankah fakta tentang gereja memang demikian. Ada gereja yang rohaniwannya silih berganti, ada juga majelis yang karena ribut dengan pendetanya atau dengan sesama rekan akhirnya keluar dari gereja tersebut. Ada juga jemaat yang sakit hati dan kecewa dan keluar dari gereja tersebut. Atau pun ada yang kecewa berat dengan gereja dan tidak mau lagi ke gereja.

Gereja oh gereja. Adakah ada gereja yang deal ? yang sempurna ? Billy Graham berkata: If you find a perfect church, don’t join it. You’d spoil it (jika kamu menemukan gereja yang sempurna, jangan bergabung. Anda akan merusakkannya)
Jadi sebenarnya tidak ada gereja yang sempurna, bahwa Billy graham menyoroti kita sebagai orang percaya yang harus belajar untuk menjadi anggota gereja yang benar.

Pagi ini, kita belajar dari doa Paulus bagi jemaat Efesus, jemaat yang berkenan kepada Allah walaupun tidak sempurna. Mereka telah hidup sesuai keinginan Allah. Menurut Paulus mereka punya keseimbangan antara iman dan kasih yang nyata, meskipun belum sempurna. Lebih jauh Paulus berdoa agar Jemaat Efesus dikaruniai Tuhan 2 hal bernilai tinggi.

Melalui doa rasul Paulus bagi jemaat Efesus, kita belajar apakah dua hal penting yang harus diupayakan oleh kita sebagai jemaat, yaitu :

1. Knowing Christ better (Mengenal Kristus lebih baik lagi)
Paulus berdoa secara khusus untuk jemaat Efesus. Doa Paulus sesungguhnya merupakan suatu harapan yang terjadi dan diupayakan oleh jemaat Efesus saat itu. Paulus ingin agar jemaat Efesus : Mengenal Kristus dengan lebih baik lagi.

Kata “mengenal” dapat dimengerti mengenal dengan benar (apakah pengenalan jemaat Efesus keliru? Sepertinya tidak.
Jadi “mengenal” berarti mengenal Kristus lebih dalam lagi, lebih baik lagi dari sebelumnya.

Mengapa harus mengenal Kristus ?
Karena sesungguhnya segala berkat rohani yang Allah sediakan, dimulai, ada berlangsung dan berdampak kekal hanya di dalam relasi dengan Yesus Kristus. Perikop sebelumnya ayat 3-14 yang menggambarkan betapa Allah telah menyediakan segala berkat rohani bagi orang percaya. Berkat tersebut meliputi:

Masa lalu: Allah memilih kita sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus dan takbercacat di hadapan-Nya, bahkan menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya (ayat 4-5)

Masa Sekarang: Allah menggenapi rencana kekalnya di dalam Kristus yang mati di salib sehingga kita beroleh penebusan yaitu pengampunan dosa (ayat 7)

Masa Akan datang: mempersatukan dalam Kristus sebagai kepala segala sesuatu baik di Sorga maupun di bumi sebagai penggenapan keselamatan yang sempurna (ayat 10)

Untuk mengenal Allah dengan benar, diperlukan upaya yang lebih serius, lebih tekun dan dari hati terdalam karena mengasihi-Nya. Saya sering mengambil perumpamaan mengenal Kristus seperti seorang anak mengenal ayahnya. Sebagaimana seorang anak butuh waktu untuk menambah pengetahuan, mengalami pengalaman bersama ayahnya untuk mengenal ayahnya, demikian juga kita sebagai jemaat membutuhkan waktu dan upaya terus menerus untuk mengenal Kristus dalam hidup kita. Pengenalan akan Allah yang lebih baik lagi pasti akan membawa sikap dan tindakan yang berkenan kepada Allah seperti ketika beribadah, memberikan persembahan dan melayani.

Hal bernilai tinggi ke dua yang harus diupayakan oleh kita sebagai jemaat, yaitu :

2. Knowing The Believer’s Hopes (Mengenal Pengharapan orang percaya)
Rasul Paulus meminta Bapa agar menjadikan mata hati jemaat Efesus menjadi terang untuk melihat pengharapan apa yang sesuai panggilan-Nya

Pengharapan orang percaya berbeda dengan pengharapan yang dimengerti banyak orang. Seperti contoh anak saya berharap liburan bisa tempat yang ada salju. Harapan seperti ini bisa terpenuhi bisa tidak. Namun pengharapan orang percaya bukan demikian.

Pengharapan ini bukanlah sebuah mimpi belaka, atau sekedar berharap, tetapi pengharapan ini dengan suatu nada kepastian yaitu pasti akan digenapi. Mengapa pasti digenapi ? karena Allah yang berjanji dan akan pasti akan menggenapainya.

2 pengharapan penting orang percaya:
1. Betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan bagi orang-orang percaya.
2. Betapa hebatnya kuasa-Nya bagi orang percaya

Mengapa Paulus berbicara tentang kekayaan kemuliaan dan betapa hebat kuasa bagi orang percaya ? Dengan latar belakang kota Efesus yang terkenal dengan pemujaan terhadap dewi Artemis – lambang kesuburan dan kemakmuran. Paulus menyampaikan pengharapan kemuliaan dan kuasa bagi orang percaya jauh melebihi apa yang ditawarkan kuil tersebut. Tidak ada bandingannya.

Bahkan Paulus menyatakan bahwa kuasa yang Allah berikan kepada orang percaya se-suai dengan kekuatan kuasa-Nya yang telah nyata dalam karya Kristus yaitu membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan dia di sebelah kanan di sorga, jauh melebihi penguasa apapun dan pemerintahan di manapun.

Jemaat sekalian, pengharapan pasti yang dimiliki orang percaya akan memberikan ke- tenangan dan kedamaian dalam menjalani hidup yang penuh dengan pergumulan dan tantangan. Tuhan memberkati kita sekalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here