Yunus 1; 4:2, 10-11; Ringkasan Khotbah Ev. Jemmy Warokka; Minggu, 22 September 2019

Mengapa Yunus harus ke Niniwe? Niniwe adalah kota yang megah dan besar (1:2; 3:2-3; 4:11). Memiliki tembok yang panjang, tebal, dan tinggi yang mengelilingi kota tersebut. Namun bukan hanya temboknya yang tinggi, kotanya yang besar tetapi penduduknya memiliki kejahatan yang sangat tinggi dan besar. Yunus 1:2 menggambarkan kejahatan mereka sudah sampai ke Tuhan. Kejahatan dan kekejaman penduduk Niniwe juga dirasakan dan dialami oleh bangsa Israel.

Mengapa Yunus harus pergi ke bangsa yang demikian jahat dan kejam? Allah ingin mengajarkan kepada Yunus bahwa Dia adalah Allah yang Berbelaskasihan. Yunus tahu bahwa Allah adalah Allah yang panjang sabar dan pengampun (Yunus 4:2, 11). Tapi Allah ingin mengajar lebih dalam lagi tentang belas kasihan-Nya.

Pertama, belas kasihan Allah adalah belas kasihan yang independen (tidak tergantung). Belas kasihannya tidak tergantung siapa kita. Apakah kita baik atau buruk, apapun suku kita, apapun status kita. Belas kasihan Allah berlaku untuk kita. Belas kasihan-Nya tidak eksklusif untuk kalangan sendiri. Belas kasihan-Nya berlaku untuk orang-orang di luar sana yang belum mengenal Allah.

Kedua, belas kasihan Allah adalah belas kasihan yang memberikan pengharapan. Niniwe bertobat (Yunus 3). Mereka menerima pengampunan dari Allah. Belas kasihan Allah melepaskan mereka dari penghukuman. Belas kasihan yang terbesar dan terindah dalam kehidupan kita telah dibuktikan Allah melalui kedatangan-Nya menjadi manusia, disalibkan, mati, dan bangkit untuk memberikan pengharapan hidup kekal bagi kita manusia yang berdosa.

Kita juga bisa bertanya, “Mengapa Allah memilih Yunus?” Yunus adalah nabi Israel (2 Raja-raja 14:25). Hanya Yunus, nabi yang diutus langsung ke bangsa asing. Namun dia melarikan diri, menolak panggilan Allah. Dia ingin pergi menjauhi Allah. Namun di sini Allah ingin mengajarkan satu hal lagi kepada Yunus bahwa Dia adalah Allah yang berdaulat. Allah yang memiliki hak penuh dan eksklusif atas semua ciptaan-Nya. Allah yang menurunkan angin ribut (1:4). Atas penentuan Tuhan, ikan besar menelan Yunus (1:17). Atas penentuan Tuhan, tumbuhlah pohon, datanglah ulat, dan bertiuplah angin timur (4:6-8).

Di dalam kedulatan-Nya, Allah habis-habisan ingin menunjukkan belas kasihan-Nya kepada orang-orang yang jahat. Allah mengontrol alam, mengontrol binatang, semuanya diatur-Nya untuk “memaksa” Yunus menyampaikan belas kasihan Allah yang memberikan pengharapan kepada penduduk Niniwe. Yunus taat dan belajar siapa Allah yang dia percaya.

Allah juga memanggil kita untuk menceritakan belas kasihan-Nya bagi mereka yang belum mengenal-Nya. Di manapun Allah menempatkan kita, Dia memberikan tugas yang mendesak agar kita menceritakan belas kasihan Allah yang memberikan pengharapan hidup yang kekal. Di dalam kedaulatan-Nya, Dialah yang akan mengontrol segala sesuatu untuk menopang kita menyampaikan belas kasihan-Nya. AMIN!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here