Ev. Magdalena Pranata – Minggu, 17 Desember 2017
Yesaya 9:5-6

Natal ini adalah saat kita berefleksi: “Apakah hidup kita sudah fokus dan memandang hanya kepada Tuhan Yesus. Jika belum, lalu apa hambatan dan kesulitan yang kita hadapi sehingga kita gagal untuk hidup fokus dan memandang hanya kepada-Nya?”

1. Hambatan dari dalam: masalah HATI (Matius 6:24). Kita tidak bisa fokus hanya kepada Kristus karena kita punya dua fokus: “mammon” (berhala) dan “Allah.” Tuhan Yesus berkata dengan tegas bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan! Selama fokus hati kita masih dikendalikan oleh “mammon” (Uang, harta benda dan lain-lain) maka kita tidak bisa fokus hanya kepada Yesus. Yesus berkata: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:33-34). Rindukan kita menjadikan Allahmenjadi fokus hidup kita?

2. Hambatan dari luar: masalah SITUASI (Matius 14:30). Di Yohanes 14:27, Yesus berkata: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Tapi masalahnya, mengapa kita tidak mengalami damai sejahtera itu? Ingat peristiwa Petrus ketika melihat Tuhan Yesus berjalan di atas air. Tiupan angin yang dirasakan oleh Petrus adalah “situasi dan kondisi” yang ditakuti Petrus sehingga ia tidak fokus lagi kepada Yesus dan akhirnya ia tenggelam. Sebagai orang percaya kita harus memiliki paradigma (Christian World View) yang berbeda dalam memaknai “situasi dan kondisi” dari orang yang tidak mengenal Kristus. Seorang yang hanya memandang Kristus, akan melihat segala situasi dan kondisi, bahkan yang tersulit sekalipun, sebagai suatu proses bersama dengan Yesus. Kita tidak melihatnya sebagai musibah, karena kita adalah umat pemenang dan tidak akan ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Natal mengingatkan kita bahwa Allah telah berkarya melalui Putera-Nya menyelamatkan kita dari kuasa dosa: “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih. Di dalam DIA, kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” (Kolose 1:13-14).

Natal juga mengingatkan kita bahwa Yesus datang ke dunia, lahir dan diam di antara kita manusia. Hendaklah iman kita tetap teguh, bertumbuh dan fokus hanya kepada Dia, sebagaimana firman-Nya: “Kamu telah menerima Kristus Yesus, TUHAN kita, karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam DIA.” (Kolose 2:6) Berikut, pesan Paulus kepada kita yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita:

1. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi. (Kolose 3:5 )
2. Telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui (Kolose 3:10)
3. Sebagai orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran (Kolose 3:12)
4. Sebagai orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, diatas semuanya itu kenakan lah kasih,
sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. (Kolose 3:14)
5. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu dan bersyukurlah (Kolose 3:15)
6. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu mengucap syukur kepada
Allah dalam hatimu (Kolose 3:16)
7. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama
Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita (Kolose 3:17).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here