Yohanes 13:13; Ringkasan Khotbah Pdt. Sylvia Soeherman; Minggu, 27 Oktober 2019

Yesus adalah guru yang agung. Sebagai orang percaya, kita mengakuinya, namun apa artinya? Bagi banyak orang pada masa sekarang, guru merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan. Informasi ilmu pengetahuan yang disampaikan guru dapat membantu seseorang dalam menjalankan profesi yang ditekuninya. Namun, guru tidak memiliki otoritas dalam kehidupan. Perkembangan teknologi memampukan kita untuk mendapatkan informasi dari perspektif yang berbeda dari yang disampaikan oleh seorang guru. Sehingga, pada akhirnya keputusan ada pada diri kita, apa kebenaran yang kita mau terima, termasuk dalam keputusan dalam kehidupan keseharian kita. Kita menjadi penentu terhadap apa yang kita pikir benar dalam hidup dan bagaimana melakukannya. Dalam konteks yang seperti ini, kita merenungkan arti Yesus sebagai guru yang agung.

Injil Yohanes menuliskan Yesus sebagai rabi, yang artinya guru (Yoh. 1:38). sebagai guru Yesus mengajarkan mengenai kehidupan dan jalan keselamatan, kebenaran yang paling utama dan paling penting dalam kehidupan manusia. Kita merasa tahu bagaimana seharusnya kita hidup. Namun, sebagai manusia berdosa, kita pada dasarnya punya pemahaman yang tidak tepat mengenai bagaimanakah seharusnya kita hidup. Kita perlu diajarkan kebenaran.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa kita belajar dari Guru Yesus? Guru Yesus tidaklah seperti guru kebanyakan. Kesaksian yang diberikan oleh keempat Injil menunjukkan bahwa Guru Yesus mengajarkan kebenaran yang membuat orang yang mendengarkannya takjub pada pengajaran-Nya (Mat. 7:28-29, Mark. 11:18, Luk. 4:31-32; Yoh. 7:14-15). Dia adalah Guru yang memiliki otoritas. Yohanes dalam kata pengantar Injilnya menuliskan kebenaran bahwa Yesus adalah Allah (Yoh. 1:1-18). Allah yang menciptakan manusia, yang berarti Dia juga yang tahu bagaimanakah seharusnya manusia hidup. Oleh karena itu ajaran-Nya adalah benar. Sehingga, ketika Dia mengajar, Dia dapat mengatakan kepada manusia bahwa yang Dia sampaikan adalah benar. Dalam Injil Yohanes, kita berulangkali membaca ketika Tuhan Yesus mengajar, Dia mengatakan “Amin, amin, Aku berkata kepadamu” (seperti yang tertulis dalam Yoh. 13:16, 20, yang diterjemahkan dalam Alkitab bahasa Indonesia “Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya …”). Kata “amin” berarti apa yang diucapkannya adalah sesuatu yang benar dan tidak ada keraguan terhadap apa yang disampaikan.

Selain itu, Guru Yesus bukan hanya mengajarkan kebenaran, tetapi Dia juga menghidupi kebenaran. Kebenaran Allah bukanlah kebenaran yang tidak dapat dilakukan dalam kehidupan manusia. Yesus, yang adalah Allah, menjadi manusia dan hidup bersama dengan manusia. Dia bukan hanya mengajarkan kebenaran, tetapi Dia juga mempraktikkan kebenaran dan menyatakan kepada manusia bahwa kebenaran yang Dia ajarkan itu dapat berlaku dalam kehidupan manusia. Ada banyak contoh yang Dia sampaikan, salah satunya adalah dalam peristiwa pencucian kaki pada perjamuan makan malam terakhir yang kita baca dalam Yoh. 13. Guru Yesus mengajarkan kepada murid-muridnya yang bertengkar mengenai siapakah yang terbesar di antara mereka (Luk. 22:24) arti relasi yang seharunya terjadi di antara murid-muridnya, yaitu saling melayani. Guru Yesus mengajarkan dengan melakukan tindakan yang tidak pernah disangka para murid-Nya, yaitu mencuci kaki mereka yang kotor dan berdebu, pekerjaan yang hanya dilakukan oleh seorang budak. Yesus mengajarkan arti dari saling merendahkan diri dan melayani.

Kita perlu belajar kebenaran tentang kehidupan. Pelajaran kebenaran itu didapat hanya di dalam Yesus, yang adalah Allah dan yang telah mempraktikkannya dalam kehidupan-Nya di dunia. Pelajaran itu ada tertulis di dalam Alkitab. Pada bulan Oktober, banyak gereja memperingati Reformasi. Salah satu hal yang dilakukan para reformator adalah membuat Alkitab dapat dibaca oleh jemaat biasa dalam bahasa yang mereka pahami karena para reformator melihat kepentingan dari jemaat untuk membaca sendiri kebenaran Allah. Pada masa sekarang ini, mudah sekali bagi kita untuk membaca Alkitab, marilah kita belajar kebenaran yang disampaikan oleh Guru Yesus, yang mengajar dengan otoritasnya sebagai Allah yang menciptakan manusia dan yang sudah mempraktikkannya dalam kehidupan-Nya di dunia. Mohon Tuhan Yesus menolong kita jemaat-Nya, Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here