Lukas 23:56b-24:12; Ringkasan Khotbah Pdt. Gindo Manogi; Minggu, 21 April 2019

Kesedihan bisa terjadi ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Para murid dan orang-orang yang mengikut Yesus mengalami hal tersebut ketika mereka menyaksikan Sang Mesias mati tersalib.

Sesungguhnya, Yesus sudah berulang kali menyatakan tentang kebangkitan-Nya. Setiap kali membicarakan tentang kematian-Nya, Ia selalu menyampaikan kebangkitan-Nya. Akan tetapi, para murid tidak mengingat hal itu. Karena itu, ketika Yesus mengalami kematian, maka kesedihan melanda mereka. Harapan tentang seorang Pembebas (yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi) pun pudar.

Para wanita yang datang ke kubur Yesus di pagi hari (“…pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu…”) bukan untuk membuktikan perkataan Yesus bahwa Ia akan bangkit, namun untuk merempah-rempahi jenazah Yesus (“…mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka”).

Akan tetapi, mereka sangat terkejut ketika tiba di kubur Yesus (ay. 2-3). Dalam keadaan seperti itu, ada dua orang (“malaikat”) yang tiba-tiba muncul di dekat mereka. Berita yang disampaikan oleh malaikat ini merupakan berita yang sangat penting. “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.” (ay. 5b-7).

Setidaknya ada dua hal penting yang malaikat melalui dua ayat ini:
1. Yesus itu hidup dan Ia tidak takluk kepada kematian: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.”

Kematian dan kebangkitan Yesus menyatakan karya-Nya yang agung untuk menyelamatkan manusia. Kebangkitan-Nya menyatakan bahwa Ia berkuasa atas kematian dan maut. Ia berotoritas atasnya.

Tuhan Yesus berulang kali menyatakan hal ini. “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10). Perkataan ini diucapkan oleh Tuhan Yesus kepada orang-orang yang masih “hidup,” tapi Ia mau memberikan “hidup yang lain.” Artinya, ada kehidupan yang baru (kehidupan rohani), dan kehidupan ini berbeda dari kehidupan jasmani.

Tuhan Yesus pun mengatakan, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yoh. 11:25-26). Ada frasa “ia akan hidup walaupun ia sudah mati” yang menyatakan (a) kata “hidup” menunjuk pada hidup yang baru – kehidupan rohani; dan (b) kata “mati” menunjuk pada kematian jasmani – berkaitan dengan kehidupan jasmani.

Kebangkitan Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia adalah kehidupan, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya akan beroleh kehidupan yang baru – “kehidupan rohani.” Inilah misi utama-Nya sebagai Mesias, yakni pembebas manusia dari maut. Melalui hal ini, Ia memberikan harapan yang pasti bagi umat-Nya: Ia menyediakan tempat bagi kita di rumah-Nya (Yoh. 14:2-3).

2. Perkataan Yesus adalah kebenaran: “Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.”

Salah satu bukti bahwa sesuatu itu benar adalah kesesuaian dengan fakta atau kenyataan. Tuhan Yesus sudah berulang kali menyatakan bahwa Ia akan bangkit dan kebangkitan-Nya merupakan pembuktian bahwa yang dikatakan-Nya adalah benar. Sebaliknya, jika Ia tidak bangkit, maka Ia adalah pembohong.

Tuhan Yesus menyatakan “Aku adalah kebenaran.” Hal ini berdampak terhadap janji-janji-Nya bagi umat-Nya. Jika Yesus tidak bangkit, maka sia-sialah kepercayaan kita, dan sia-sialah janji tentang hidup kekal tersebut (lih. 1Kor. 15:13-18). Akan tetapi, Ia sungguh-sungguh bangkit. Banyak saksi yang membuktikan hal tersebut (1Kor. 15:5-8). Dengan demikian, perkataan-Nya adalah perkataan yang bisa dipegang dan dipercaya. Pengharapan yang pasti ada di dalam diri-Nya.

Sesudah deklarasi dari para malaikat ini, maka para wanita itu baru teringat dengan peng- ajaran Tuhan Yesus (ay. 8). Sikap mereka berubah. Mereka segera memberitahukan berita kebangkitan Yesus kepada para murid lain-Nya (ay. 9). Awalnya, para murid tidak mempercayai berita tersebut (ay. 11), namun akhirnya mereka pun mempercayainya. Hidup mereka berubah. Mereka mengenal dan memandang Yesus dengan cara yang baru. Mereka bergelora dan bersemangat hidup bagi Yesus.

Berita kematian dan kebangkitan Yesus adalah berita yang dibawa oleh para murid untuk disampaikan ke berbagai tempat. Kisah Para Rasul mencatat kisah pemberitaan itu, dan banyak orang yang menjadi percaya pada-Nya. Di dalam Yesus adalah kehidupan, dan itu adalah harapan yang pasti bagi umat-Nya.

Selamat Paskah. Jalani hidup yang baru ini dengan cara hidup yang baru. Juga, beritakan kisah “hidup dan harapan yang baru di dalam Yesus.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here